ZENOSPHERE

science, philosophy, and cultural menagerie

Monthly Archives: Januari 2011

Sunday Music File: Kraftwerk, “The Man-Machine” (1978)

Kraftwerk - The Man-Machine

 

                  Album: The Man-Machine
                  Musisi: Kraftwerk
                  Label: Kling Klang
                  Tahun: 1978

                Sebagaimana pernah ditulis di salah satu posting blog lama, saya adalah orang yang punya kesukaan luas soal musik. Mulai dari etnik sampai elektronik, asalkan enak di kuping, biasanya saya suka. ๐Ÿ˜› Barangkali itu juga sebabnya saya suka ngetes mendengarkan musisi yang gayanya aneh, unik, dan/atau eksperimental. Meskipun begitu itu cerita lain untuk saat ini. ๐Ÿ˜‰

                Nah, salah satu musisi “unik” yang kebetulan saya suka adalah Kraftwerk. Mereka ini adalah band electronica asal Jerman yang — kalau boleh dibilang — gayanya retro abis. Meskipun begitu, retro a la Kraftwerk berbeda dengan yang dicitrakan band pop macam The Beatles atau Bee Gees. Jika band-band sezamannya membawakan lagu cinta dan/atau bertema hippie, maka Kraftwerk membawakan lagu bertema kemajuan teknologi.

                Klik untuk melanjutkan »

                Iklan

                Empat Paradoks Zeno

                Di dunia filsafat Yunani Kuno, terdapat satu set teka-teki yang disebut Paradoks Zeno. Paradoks ini pertama kali dilontarkan oleh filsuf Zeno dari Elea, kira-kira pada abad kelima SM.

                zeno dari elea

                Zeno dari Elea (490-430 SM)

                (image credit: Internet Encyclopedia of Philosophy)

                Sebelum bicara tentang idenya, tentu ada baiknya berkenalan dengan filsufnya dulu. Oleh karena itu kita akan sempatkan membahas tentang Bapak Zeno di atas.

                Klik untuk melanjutkan »

                Quotefest + Comment

                Berhubung saya sedang dalam masa penyembuhan, maka hari ini belum menulis serius dulu (cerita agak lengkapnya bisa dibaca di plurk). Oleh karena itu, untuk mengisi jadwal, posting kali ini hanya berisi kutipan dan komentar ringan sahaja. ๐Ÿ˜›

                Catatan: Konteks semua kutipan dari bidang sains/engineering.

                Klik untuk melanjutkan »

                Seni Mencocok-cocokkan Diri

                Suatu hari di tahun 1940-an, ahli psikologi Bertram Forer melakukan sebuah eksperimen dalam kelas. Ia menyatakan pada murid-muridnya bahwa ia sedang mengembangkan metode baru analisis kepribadian. Oleh karena itu diharapkan agar mereka turut berpartisipasi mengujinya.

                Singkat cerita para murid pun diberi kuesioner. Setelah beberapa hari hasilnya akan diberikan, lalu mereka diminta menilai seberapa akurat hasilnya. Skor ditentukan antara 0 (“tidak akurat”) sampai 5 (“sangat akurat”).

                Hasil akhirnya? Tercatat bahwa 87% siswa memberikan nilai 4 (“akurat”) atau 5 (“sangat akurat”). Luar biasa bukan? Meskipun begitu cerita ini belum selesai. ๐Ÿ˜›

                Klik untuk melanjutkan »

                Overview: Gems from Celtic Music

                Salah satu genre favorit saya, kalau sedang mendengarkan musik, adalah world music — atau kalau boleh dibilang, musik modern yang di-crossover dengan sentuhan tradisional. Sebenarnya bisa juga dibilang musik tradisional yang punya sentuhan modern, akan tetapi, sebaiknya itu tak dibahas di sini. Biarlah diserahkan pada yang ahil soal musik sahaja. ๐Ÿ˜›

                Nah, salah satu subgenre world yang saya suka adalah musik Celtic. Yang terakhir ini adalah musik yang mengambil pengaruh tradisional sekitar Irlandia dan Skotlandia. Dalam membawakannya kadang para musisi memakai alat musik tradisional Celtic; sebagai contoh fife dan bodhrรกn.

                Klik untuk melanjutkan »

                Did Social Media Kill My Blog?

                  Disclaimer: Tulisan ini banyak mengandung angka dan grafik. Pembaca yang alergi, waspadalah! ๐Ÿ‘ฟ

                 

                Jadi ceritanya, beberapa hari lalu, saya ngobrol dengan Pak Guru Difo ( ๐Ÿ˜› ) di Facebook. Sebenarnya cuma ngobrol santai biasa — meskipun begitu, topiknya nyerempet soal aktivitas saya di blog ini. Waktu itu beliau bertanya: “Kira-kira di blog baru ini, bakal menulis hal yang personal/keseharian tidak?”

                Saya bilang bahwa kemungkinan bakal jarang. Sebab maunya saya, blog ini punya garis besar haluan tersendiri. Blog ini cuma akan membahas soal sains, kultur, filsafat — kecuali kalau ada pengalaman sehari-hari yang masuk lingkup tersebut, bisa saya posting. Kira-kira seperti itulah detailnya.

                “Jadi memutuskan cerebral flatulence-nya disalurkan di socmed saja?” ๐Ÿ˜›

                “Sebenarnya memang begitu. Socmed itu penyebab tewasnya blog lama saya, sebab, semua yang personal sudah masuk ke plurk/fesbuk…” =))

                ***

                Meskipun begitu, gara-gara obrolan tersebut, saya jadi kepikiran juga sedikit. Sebenarnya, benarkah seperti itu? Did social media kill my blog? And in case it did, how?

                Klik untuk melanjutkan »

                Meme dan Fosil Budaya

                Ada sebuah pertanyaan yang terlintas di benak saya sejak minggu lalu, yang kemudian dituangkan jadi tulisan di bawah ini. Seberapa dekatnyakah antara ilmu biologi dan humaniora?

                Beberapa pembaca yang kebetulan tahu konsep meme, barangkali akan menjawab “sangat dekat” dan mereferensikan buku Richard Dawkins. Soal itu akan kita bahas nanti. Untuk saat ini, saya hendak membicarakan tema yang agak lain. ๐Ÿ˜›

                linear b (huruf kuno yunani)

                Prasasti Linear B ini akan mengantar kita masuk ke pokok bahasan

                (via Wikimedia Commons)

                Klik untuk melanjutkan »

                Sepakbola dan Permutasi Kewarganegaraan

                Di dunia sepakbola — terutama liga Eropa — banyak sekali contoh pemain yang eligible untuk berpindah kewarganegaraan. Sebenarnya ini hal biasa; namanya juga orang tinggal di bumi. Meskipun begitu yang hendak saya bahas di sini bukan pindah negaranya, melainkan jumlah negara yang bisa dipilihnya. Dalam kasus ekstrim seorang pemain bola dapat eligible untuk memilih kewarganegaraan antara tiga hingga empat negara. Misalnya contoh berikut.

                Klik untuk melanjutkan »