ZENOSPHERE

science, philosophy, and cultural menagerie

Peta Bintang Al-Sufi

Dalam posting beberapa waktu lalu, kita membahas tentang transmisi pengetahuan Yunani-Romawi ke peradaban Islam Abbasiyah. Melalui serangkaian peristiwa yang kompleks, termasuk diantaranya geopolitik, berbagai manuskrip karya Euclid, Galen, dan Ptolemaeus dapat masuk ke tanah Arab. Berbagai manuskrip ini kemudian diterjemahkan dan dipelajari, sedemikian hingga akhirnya dunia sains Muslim maju pesat.

To be clear, yang berperan di situ bukan hanya Yunani-Romawi. Ada juga sumbangsih matematika dari India, plus filsafat Persia. Akan tetapi soal mereka tidak kita bahas di sini.

Sebagaimana Isaac Newton pernah menyebut, “berdiri di atas bahu raksasa”, demikian pula dengan sains Islam Abbasiyah. Kemajuan mereka sedikit-banyak ditunjang masukan ilmu bangsa lain. (Selanjutnya bisa dibaca dalam posting yang di-link)

Nah, termasuk bidang ilmu yang mendapat pengaruh luar itu adalah astronomi. Sekitar abad ke-9 Masehi, banyak astronom Muslim membaca buku Almagest karya Ptolemaeus. Ptolemaeus dalam karyanya menggolongkan 48 rasi bintang yang terlihat dari Yunani. Berbagai rasi itu kemudian diadaptasi astronom Muslim, diberi nama Arab, dan ditambahi hasil pengamatan baru.

Sebagai contoh, rasi Aquila (Elang) diberi nama Uqab; bintang paling terangnya disebut Al-Nasr Al-Tair (sekarang jadi Altair). Cassiopeia menjadi dzat-al-kursi (“perempuan duduk”) mengikuti ilustrasi. Sementara itu Orion menjadi al-Jabbar — dalam bahasa Indonesia berarti raksasa.

Bisa ditebak, silang-ilmu lintas-budaya itu kemudian tercermin dalam peninggalan arkeologi. Salah satunya peta bintang yang akan kita bahas, berjudul Kitab Suwar al-Kawakib al-Tsabitah, buatan astronom Persia Abdul Rahman Al-Sufi. Karya ini mempunyai keunikan: menampilkan rasi bintang Yunani, tetapi dengan ilustrasi dan dekorasi Islam.

Yes, you heard that right. Percampuran budaya Yunani dan Islam!😀 Soal ini akan dibahas lebih detail di bawah.

Zaman internet begini, kita beruntung, sebab banyak museum membuka konten mereka secara online. Demikian pula peta bintang Al-Sufi — bisa dibaca di BNF Gallica. Meskipun begitu kalau pembaca punya program Stellarium bisa langsung melihatnya. Cukup set starlore ke versi Arabic. Hasilnya akan tampak seperti berikut.

[img] Stellarium Arabic sky culture

Peta Bintang Al-Sufi di Stellarium. Ada Centaurus pakai sorban!!
(klik untuk memperbesar)

Nah, sekarang kita akan mulai membahas isi bukunya. Kitab Suwar al-Kawakib al-Tsabitah dalam bahasa Inggris diterjemahkan menjadi Book of Fixed Stars.

Satu hal yang mencolok adalah teknik Al-Sufi menjelaskan legenda Yunani yang tidak ada versi Islamnya. Misalnya rasi Perseus. Alih-alih bercerita tentang pahlawan yang mengalahkan Medusa, Al-Sufi mendeskripsikan sebagai “Hamil Ra’s Al-Ghul” — pembawa kepala setan.

[img] Perseus, Al-Sufi star map

Perseus versi Al-Sufi
(klik untuk memperbesar)

(manuscript digitized by Gallica)

Legenda lain yang ikut diadopsi adalah Andromeda. Mirip dengan versi Yunani, Andromeda digambarkan terikat oleh rantai, meskipun begitu namanya dijadikan versi Arab. (“Al-Mara’ah Al-Musalsalah” — perempuan yang dirantai)

[img] Andromeda, Al-Sufi star map

Andromeda (“Al Mara’ah Al-Musalsalah”)
(klik untuk memperbesar)

(manuscript digitized by Gallica)

Untuk rasi berbentuk hewan umumnya tidak berubah. Bentuk dan deskripsinya tetap — yang berbeda hanya ilustrasi.

[img] Cancer, Al-Sufi star map

Cancer (Kepiting)
(klik untuk memperbesar)

(manuscript digitized by Gallica)

[img] Cygnus, Al-Sufi star map

Cygnus (Angsa)
(klik untuk memperbesar)

(manuscript digitized by Gallica)

[img] Leo, Al-Sufi star map

Leo (Singa)
(klik untuk memperbesar)

(manuscript digitized by Gallica)

Menariknya, Virgo digambarkan sebagai malaikat perempuan. Ada sayapnya juga.😛

[img] Virgo, Al-Sufi star map

Virgo versi Al-Sufi (nama Arab: “Al-Adhra”)
(klik untuk memperbesar)

(manuscript digitized by Gallica)

Meskipun begitu yang paling unik adalah Sagittarius. Entah bagaimana, Al-Sufi memilih penggambaran Centaurus pakai sorban. Bukan orang bersorban naik kuda atau sebagainya, tapi terang-terangan Centaurus bergaya Timur Tengah. Di sini terlihat elemen akulturasi budaya Yunani-Arab.

[img] Sagittarius, Al-Sufi star map

Sagittarius (“Ar-Rami” — sang pemanah)
(klik untuk memperbesar)

(manuscript digitized by Gallica)

To be fair, beliau cukup konsisten. Ketika menggambarkan rasi Centaurus penampakannya juga begitu. Berbeda dengan tokoh mitos lain, namanya tidak diganti: dieja begitu saja dengan huruf Arab (“Qanttharus”).

[img] Centaurus, Al-Sufi star map

Centaurus (“Qanttharus”)
(klik untuk memperbesar)

(manuscript digitized by Gallica)

Dua makhluk legenda masih mengikuti versi Ptolemaeus, yaitu Draco (naga) dan Cetus (monster laut). Dilihat-lihat gambarnya cukup badass.😛

[img] Draco, Al-Sufi star map

Draco (“At-Tinniin” — Naga)
(klik untuk memperbesar)

(manuscript digitized by Gallica)

[img] Cetus, Al-Sufi star map

Cetus (“Qaytthos”)
(klik untuk memperbesar)

(manuscript digitized by Gallica)

Sebagai penutup adalah dua rasi yang tidak mengikuti Ptolemaus. Lyra (alat musik) berubah jadi kura-kura, dan Ara (altar) berubah jadi mangkok panas. Alasan di baliknya kurang jelas — meskipun begitu intinya sama dengan versi Yunani.

[img] Lyra, Al-Sufi star map

Mengapa jadi kura-kura? (Wallahu a’lam…)
(klik untuk memperbesar)

(manuscript digitized by Gallica)

[img] Ara, Al-Sufi star map

Mangkok Panas versi Al-Sufi (“Al-Mijmarah”)
(klik untuk memperbesar)

(manuscript digitized by Gallica)

Dan tentunya masih banyak yang belum disebut. Meskipun begitu uraian sejauh ini harusnya cukup menunjukkan: bahwa di satu waktu pernah ada percampuran budaya antara Arab dan Yunani, yang secara menarik, diperantarai ilmu astronomi.

Pembaca yang hendak menelusuri lebih lanjut bisa mengecek koleksi digital di BNF Gallica. Meskipun begitu saya harus mengingatkan: ukuran berkasnya sangat besar. Jika koneksi internet bergantung pada kuota, sebaiknya jangan lihat — dan jangan download ebook lengkapnya.

(Sekadar info, PDF versi full di sana berukuran 162 MB. Yes, it’s that big!)

Bagaimanapun, terlepas dari itu, menarik dicatat bahwa Peta Bintang Al-Sufi berperan besar dalam dunia ilmu. Seiring populernya astronomi di dunia Islam, peta bintang beliau menyebar dan banyak dikopi. Bahkan tidak cuma di dunia Islam — melainkan sampai ke Eropa.

Memasuki abad ke-13, Peta Bintang Al-Sufi akan diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, memperkenalkan kosakata astronomi Arab ke Eropa. Dari sinilah munculnya nama-nama bintang “setengah-Arab” yang kita kenal. Salah satunya sudah disebut: Al-Nasr Al-Tair, yang di masa kini disebut Altair, dan akhirnya dijadikan nama tokoh video game.😆

[img] AC Altair's Chronicle

Tidak berhubungan dengan astronomi

(image credit: AC Wiki)

Sampai di sini kiranya terlihat sebuah perjalanan yang panjang. Bukan hanya lintas bangsa, tetapi juga lintas abad dan budaya. Hal-hal semacam ini membuat orang merasa kecil dan — yang paling penting — menyadarkan bahwa bangsa manapun tidak bisa maju sendirian. Transmisi ilmu pengetahuan itu cair, dan mustahil bisa dikotak-kotakkan.

Selalu ada sumbangan dan inspirasi dari pihak lain, dan itu dia yang harus diingat serta dihargai.🙂

 

 
——

Bacaan Terkait:

 
Kunitzsch, P. (2007). Ṣūfī: Abū al-Ḥusayn Abd al-Raḥmān ibn Umar al-Ṣūfī. Dalam Hockey, T., Trimble V., Williams, T.R. (Eds.). Biographical Encyclopedia of Astronomers (hlm. 1110). New York, NY: Springer

Gutas, D. (1998). Greek Thought, Arabic Culture: The Graeco-Arabic Translation Movement in Baghdad and Early ‘Abbasid Society (2nd-4th/5th-10th c.). New York: Routledge

2 responses to “Peta Bintang Al-Sufi

  1. Lotus Agustus 26, 2015 pukul 7:10 am

    Hi, saya pembaca baru nih. Salam kenal.

    Wah… tulisannya bagus! Ternyata literatur Yunani banyak memberi sumbangsih pada kemajuan sains bangsa Arab.

  2. sora9n Agustus 26, 2015 pukul 3:49 pm

    @ Lotus: Salam kenal juga. ^^

    Ternyata literatur Yunani banyak memberi sumbangsih pada kemajuan sains bangsa Arab.

    Begitulah. Satu hal yang agak kurang disebut.🙂

Posting komentar. Apabila tidak muncul, ada kemungkinan tersaring filter spam. Harap tunggu pemilik blog untuk mengecek dan melepaskan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: