ZENOSPHERE

science, philosophy, and cultural menagerie

Monthly Archives: Juni 2015

Xenophanes: Pemikir Bebas dari Colophon

Sekitar abad ke-6 sebelum Masehi, peradaban Yunani Kuno mulai menggeliat di bidang ilmu. Di berbagai wilayahnya muncul tokoh-tokoh yang menyebarkan gagasan. Dimulai oleh Thales di kota Miletus, kemudian muncul Pythagoras dari Samos, Alcmaeon dari Croton, serta Heraclitus dari Ephesus. Detail ajaran mereka bervariasi, namun semangat intinya sama: mencoba memahami dunia lewat rasio.

Dari yang tadinya takhayulan, mempercayai ramalan dan dewa-dewi, menjadi lebih kritis dan logis. Mereka juga memperkenalkan cara berpikir naturalistik: bahwa alam semesta bersifat teratur dan mengikuti hukum sebab-akibat. Oleh karena itu, wajar jika Yunani abad ke-6 SM dipandang sebagai tempat lahirnya ilmu filsafat.

Nah, termasuk di antara tokoh yang mendorong perubahan tersebut adalah Xenophanes dari Colophon. Dia terkenal sebagai pengkritik agama Yunani Kuno, yakni penyembahan dewa-dewi di Gunung Olympus.

[img] Xenophanes engraving

Xenophanes dari Colophon (c. 570-475 SM)

(image credit: Wikimedia Commons)

Bagi kita di zaman modern, agak susah membayangkan bahwa — di satu masa — pernah ada yang menyembah Zeus dan kawan-kawan. Seolah-olah mereka hanya tokoh dunia mitologi. Pun demikian, faktanya memang mereka dulu disembah. Penggalian arkeologi menemukan reruntuhan kuil dan altar di berbagai kota. Menyebut dua di antaranya: Kuil Artemis di Ephesus serta Kuil Apollo di Delphi.

Di lingkungan seperti itulah Xenophanes hidup dan berkarir. Sebagaimana telah disebut, dia menolak politeisme, meskipun begitu yang menarik adalah argumennya. Dapat dibilang merupakan versi awal gagasan yang terkenal di zaman modern, yaitu skeptisisme dan relativisme.

Seperti apa detailnya akan segera kita lihat. Meskipun begitu, sebelum lanjut, kita akan berkenalan dulu dengan sosok pemikirnya.

Klik untuk melanjutkan »

Iklan