ZENOSPHERE

science, philosophy, and cultural menagerie

Sunday Music File: Kraftwerk, “The Man-Machine” (1978)

Kraftwerk - The Man-Machine

 

                  Album: The Man-Machine
                  Musisi: Kraftwerk
                  Label: Kling Klang
                  Tahun: 1978

Sebagaimana pernah ditulis di salah satu posting blog lama, saya adalah orang yang punya kesukaan luas soal musik. Mulai dari etnik sampai elektronik, asalkan enak di kuping, biasanya saya suka.😛 Barangkali itu juga sebabnya saya suka ngetes mendengarkan musisi yang gayanya aneh, unik, dan/atau eksperimental. Meskipun begitu itu cerita lain untuk saat ini.😉

Nah, salah satu musisi “unik” yang kebetulan saya suka adalah Kraftwerk. Mereka ini adalah band electronica asal Jerman yang — kalau boleh dibilang — gayanya retro abis. Meskipun begitu, retro a la Kraftwerk berbeda dengan yang dicitrakan band pop macam The Beatles atau Bee Gees. Jika band-band sezamannya membawakan lagu cinta dan/atau bertema hippie, maka Kraftwerk membawakan lagu bertema kemajuan teknologi.

Kalau Anda masih ingat, di tahun 1970-an dunia Barat sedang dilanda heboh terkait IPTEK. Ini karena di masa itu terjadi banyak breakthrough yang luar biasa. Mulai dari pendaratan di Bulan; peluncuran kereta TGV; sampai keberhasilan pesawat Concorde menembus kecepatan suara. Di tengah hiruk-pikuk itu, tidak heran bahwa “demam teknologi” kemudian merasuk ke dunia hiburan.[1]

Termasuk di antaranya tentu adalah bidang musik. Di generasi 1970-an sendiri ada beberapa musisi yang gayanya terpengaruh fiksi-ilmiah. Di samping Kraftwerk yang sudah disebut, ada juga komposer seperti Jean Michel Jarre dan Vangelis. Judul-judul lagu mereka sering mengetengahkan tema IPTEK — sebagai contoh “Equinoxe”, “Magnetic Fields” (Jarre); “Albedo 0.39” (Vangelis).

Nah, begitu juga halnya dengan Kraftwerk, terutama di album The Man-Machine. Lewat album ini mereka mengetengahkan “masa depan sebagaimana dibayangkan tahun 1970-an”. Misalnya video berikut yang berjudul “The Robots”. Baik lirik, beat, maupun visualisasinya benar-benar khas sci-fi tahun 1970-an.:mrgreen:

“We are the robots~” *pyaw* *pyaw-pyaw-pyaw*

Saya sendiri tidak tahu kenapa saya suka lagu itu. Padahal sudah jelas retro, quirky, dan offbeat. Tapi mungkin karena nadanya catchy kali ya.😆

***

Jadi singkatnya, apabila band-band retro pada umumnya berbicara cecintaan, maka Kraftwerk lebih sering bernyanyi hal-hal bersifat nerdy. Mulai dari lampu neon, lab luar angkasa, hingga Metropolis masa depan — tema-tema itu dibungkus lewat penyajian elektronik yang jadul punya. Tidak biasa memang. Tapi justru di situ letak keunikan mereka.😛

“Neon lights… and at the fall of night, this city is made of light…”

 

Sample from this album:

 

Rekomendasi:

Boleh dicoba kalau Anda suka retro atau old-skool electronica — atau kalau penasaran pada bayangan “The 70s Vision of The Future”. Di luar itu saya tidak menyarankan. Bukan selera semua orang banget, sih.😛

 

——

Catatan:

[1] ^ Atau bisa disebut masa awal pertumbuhan film sci-fi. Ibu saya sering cerita waktu beliau nonton Bionic Woman zaman dulu. As it turns out, itu era yang berdekatan dengan Moonraker, Star Wars, dan Six Million Dollar Man. Menarik juga kalau dipikir-pikir.😛

One response to “Sunday Music File: Kraftwerk, “The Man-Machine” (1978)

  1. Pingback: Sunday Music File: Suzie Villeneuve, “Suzie Villeneuve” (2008) « ZENOSPHERE

Posting komentar. Apabila tidak muncul, ada kemungkinan tersaring filter spam. Harap tunggu pemilik blog untuk mengecek dan melepaskan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: