ZENOSPHERE

science, philosophy, and cultural menagerie

Tag Archives: statistik

The Mathematical Nightingale

Florence Nightingale (1820-1910) adalah pelopor ilmu keperawatan dan emansipasi wanita di Inggris. Mengenai hal ini sudah banyak diceritakan. Melalui usaha dan kerja kerasnya ia mendirikan sekolah keperawatan yang pertama di dunia; mendorong reformasi kesehatan dan sanitasi di Inggris dan India; dan lain sebagainya.

[img] Florence Nightingale

Florence Nightingale sekitar tahun 1854

(image credit: Wikimedia Commons / British Library)

Ada sebuah legenda yang charming tentang beliau. Konon sebagai Suster Kepala, Florence rutin mengecek bangsal tiap malam, membawa lampu tenteng sebagai penerangan. Cerita ini menginspirasi julukan Lady with the Lamp, yang lalu dijadikan puisi oleh Henry Wadsworth Longfellow.

Thus thought I, as by night I read
Of the great army of the dead,
The trenches cold and damp,
The starved and frozen camp,—

The wounded from the battle-plain,
In dreary hospitals of pain,
The cheerless corridors,
The cold and stony floors.

Lo! in that house of misery
A lady with a lamp I see
Pass through the glimmering gloom,
And flit from room to room.

 
(Longfellow, “Santa Filomena”, 1857)

Begitu positifnya reputasi beliau, sampai-sampai ulang tahunnya dijadikan Hari Perawat Sedunia. Dengan berbagai cara sosoknya dianggap simbol kebaikan yang — kalau boleh dibilang — bersifat larger than life.

Menariknya, biarpun dicitrakan begitu, ada juga sisi lain beliau yang praktis dan ilmiah: Florence Nightingale adalah pelopor penerapan statistik di bidang sosial. Bukan cuma numpang lewat, melainkan sampai diakui oleh para ahli di zamannya. Sedemikian hingga di tahun 1858, beliau dilantik menjadi anggota Royal Statistical Society, dan di tahun 1874, menjadi anggota kehormatan American Statistical Association.

Bisa dibilang bahwa ibu yang kita bicarakan ini bukan cuma baik, tapi juga pintar.

Klik untuk melanjutkan »

Hal-hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Anda Percaya Riset Statistik

    Catatan: Semua data yang disajikan bersifat fiktif untuk kepentingan ilustrasi

 

Salah satu iklan yang menarik perhatian saya, kalau sedang nonton TV, adalah iklan shampoo Pantene. Iklan tersebut mempunyai slogan unik sebagai berikut: “Dalam pengujian tanpa memberitahu mereknya, 91% wanita hendak memakai lagi.”

Sayangnya, walaupun sudah ngubek-ngubek YouTube, saya tidak berhasil menemukan videonya. Jadi, sebagai pengganti, berikut ini saya tampilkan iklan still image versi Bahasa Inggris. 😛

pantene-iklan

Balada gagal nyari di YouTube — tiada rotan, akar pun jadi

Menariknya adalah bahwa iklan tersebut menyinggung dua elemen penting pengujian ilmiah, yakni statistik dan pengujian buta (blind test). Jadi bolehlah dibilang termasuk promosi yang berkualitas. :mrgreen:

Meskipun begitu, yang namanya iklan, sudah pasti ada kepentingannya. Oleh karena itu pemirsa harus membacanya dengan agak skeptis. Memang benar itu data riset, akan tetapi, benarkah cuma segitu?

Nah, tulisan kali ini bertujuan untuk mengenalkan beberapa konsep di balik penyajian statistik. Ada hal-hal yang perlu diketahui sebelum Anda terjebak mempercayai riset statistik, dan berikut ini adalah uraiannya. 😀

Klik untuk melanjutkan »

Did Social Media Kill My Blog?

    Disclaimer: Tulisan ini banyak mengandung angka dan grafik. Pembaca yang alergi, waspadalah! 👿

 

Jadi ceritanya, beberapa hari lalu, saya ngobrol dengan Pak Guru Difo ( 😛 ) di Facebook. Sebenarnya cuma ngobrol santai biasa — meskipun begitu, topiknya nyerempet soal aktivitas saya di blog ini. Waktu itu beliau bertanya: “Kira-kira di blog baru ini, bakal menulis hal yang personal/keseharian tidak?”

Saya bilang bahwa kemungkinan bakal jarang. Sebab maunya saya, blog ini punya garis besar haluan tersendiri. Blog ini cuma akan membahas soal sains, kultur, filsafat — kecuali kalau ada pengalaman sehari-hari yang masuk lingkup tersebut, bisa saya posting. Kira-kira seperti itulah detailnya.

“Jadi memutuskan cerebral flatulence-nya disalurkan di socmed saja?” 😛

“Sebenarnya memang begitu. Socmed itu penyebab tewasnya blog lama saya, sebab, semua yang personal sudah masuk ke plurk/fesbuk…” =))

***

Meskipun begitu, gara-gara obrolan tersebut, saya jadi kepikiran juga sedikit. Sebenarnya, benarkah seperti itu? Did social media kill my blog? And in case it did, how?

Klik untuk melanjutkan »

Review: “The Long Tail” by Chris Anderson

Buku yang saya baca sekitar bulan lalu…

Jadi ceritanya, bulan November kemarin, saya dipinjami buku yang cover-nya terpampang di bawah ini. Saya sendiri bisa dibilang agak telat — di negeri asalnya, buku ini keluar tahun 2006, sementara terjemahan Indonesianya oleh Gramedia sekitar tahun 2007. Meskipun begitu, berhubung isinya menarik dan nyambung dengan cakupan blog ini, tak ada salahnya kalau diangkat jadi resensi. So here goes. 😛

 

indonesian cover - long tail by chris anderson

            • Judul: The Long Tail (terjemahan Indonesia)
            • Penulis: Chris Anderson
            • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
            • Tebal: xxxiv + 287 halaman
            • Tahun: 2007

            Klik untuk melanjutkan »