ZENOSPHERE

science, philosophy, and cultural menagerie

Category Archives: Opinion

Did Social Media Kill My Blog?

    Disclaimer: Tulisan ini banyak mengandung angka dan grafik. Pembaca yang alergi, waspadalah! 👿

 

Jadi ceritanya, beberapa hari lalu, saya ngobrol dengan Pak Guru Difo ( 😛 ) di Facebook. Sebenarnya cuma ngobrol santai biasa — meskipun begitu, topiknya nyerempet soal aktivitas saya di blog ini. Waktu itu beliau bertanya: “Kira-kira di blog baru ini, bakal menulis hal yang personal/keseharian tidak?”

Saya bilang bahwa kemungkinan bakal jarang. Sebab maunya saya, blog ini punya garis besar haluan tersendiri. Blog ini cuma akan membahas soal sains, kultur, filsafat — kecuali kalau ada pengalaman sehari-hari yang masuk lingkup tersebut, bisa saya posting. Kira-kira seperti itulah detailnya.

“Jadi memutuskan cerebral flatulence-nya disalurkan di socmed saja?” 😛

“Sebenarnya memang begitu. Socmed itu penyebab tewasnya blog lama saya, sebab, semua yang personal sudah masuk ke plurk/fesbuk…” =))

***

Meskipun begitu, gara-gara obrolan tersebut, saya jadi kepikiran juga sedikit. Sebenarnya, benarkah seperti itu? Did social media kill my blog? And in case it did, how?

Klik untuk melanjutkan »

Sepakbola dan Permutasi Kewarganegaraan

Di dunia sepakbola — terutama liga Eropa — banyak sekali contoh pemain yang eligible untuk berpindah kewarganegaraan. Sebenarnya ini hal biasa; namanya juga orang tinggal di bumi. Meskipun begitu yang hendak saya bahas di sini bukan pindah negaranya, melainkan jumlah negara yang bisa dipilihnya. Dalam kasus ekstrim seorang pemain bola dapat eligible untuk memilih kewarganegaraan antara tiga hingga empat negara. Misalnya contoh berikut.

Klik untuk melanjutkan »

Filosofi Kurva Diskrit

Di bidang teknik, terdapat sebuah metode yang disebut konversi analog ke digital. Sekilas namanya terdengar seram, meskipun begitu, sebenarnya intinya cukup sederhana: bagaimana menerjemahkan data fisika — yang bersifat analog — supaya bisa diolah secara digital. Contoh penerapannya misalnya pada speedometer digital atau termometer kopel.

Nah, data digital tersebut kemudian akan diolah oleh komputer. Tujuannya tentu untuk memudahkan kerja insinyur. Sebagai contoh kita ambil kegiatan dalam pabrik — di dalamnya terdapat puluhan tangki yang tekanan, suhu, dan level cairannya harus dimonitor 24 jam nonstop. Berhubung data dan perhitungannya rumit, maka hampir mustahil dilakukan secara manual. Oleh karena itu lebih baik diserahkan pada komputer.

Meskipun begitu, proses menggunakan komputer ini bukannya tanpa cacat. Dalam melakukan konversi analog ke digital sudah pasti ada data yang hilang. Penjelasannya kira-kira seperti berikut.

Klik untuk melanjutkan »