ZENOSPHERE

science, philosophy, and cultural menagerie

From Public Domain: “Stories from the Arabian Nights”, by Housman & Dulac (1907)

Hampir semua orang, baik di Indonesia maupun luar negeri, pernah mendengar tentang Kisah Seribu Satu Malam. Disebut seperti itu karena — konon — kisahnya diceritakan berantai selama 1001 malam.

Setiap hari menjelang subuh, Permaisuri Syahrazad akan membangunkan suaminya, Sultan Syahriar. Syahrazad lalu akan menuturkan berbagai cerita fantastis. Ada yang melibatkan jin, monster, penyihir… pokoknya, mengandung elemen ajaib. Meskipun demikian ada ketentuannya. Jika matahari sudah terbit maka Syahrazad akan berhenti dan melanjutkan cerita malam besoknya.

Mengapa begitu? Karena Syahrazad aslinya berusaha menyelamatkan nyawa. Syahriar diceritakan sebagai Sultan yang benci pada wanita; dia dikhianati oleh mantan istrinya yang berselingkuh dengan budak. Karena dibutakan dendam Syahriar memutuskan: setiap hari dia akan menikahi seorang gadis, lalu esok harinya, gadis itu akan dieksekusi. Begitu terus hingga Syahrazad — putri seorang Wazir — mengajukan diri jadi istri Sultan. Dia berencana mengalihkan perhatian Sultan selama mungkin sambil melindungi perempuan negerinya.

Nah, dengan latar belakang itulah, kisah Seribu Satu Malam dimulai. Syahrazad yang cerdas mengatur agar cerita berakhir menggantung setiap malam. Sultan yang tertarik kemudian menunda eksekusi Syahrazad selama satu hari. Lalu di malam berikutnya Syahrazad akan menutup cerita, memulai yang baru, dan membuatnya menggantung lagi. Demikian seterusnya hingga tercapai angka “Seribu Satu Malam”.

Alhasil, tidak aneh jika versi lengkap, total jenderal, jumlah-jamleh dari Kisah Seribu Satu Malam luar biasa tebal. Terjemahan Richard Burton misalnya terdiri atas 10 volume (!!). Akan tetapi yang akan kita review bukan versi lengkap — melainkan versi ringkas untuk pembaca umum.

arabian nights housman & dulac (cover)

  • Judul: Stories from the Arabian Nights
  • Penulis: Laurence Housman (penyunting), Edmund Dulac (ilustrasi)
  • Penerbit: Hodder and Stoughton, Ltd.
  • Tebal: 319 halaman
  • Tahun: 1907

 
(Abridged) Arabian Nights for Everyone
 

Berbicara tentang Arabian Nights, ada satu hal yang harus disebutkan sejak awal: perkara materi dewasa. Arabian Nights versi aslinya, yang tidak disensor, memiliki konten brutal dan seksual yang tinggi. Banyak adegan kekerasan dan percintaan digambarkan sangat detail.

Meskipun demikian, buku yang disunting oleh Laurence Housman ini memberi penyajian yang relatif aman. Seolah terlihat bahwa sasaran utamanya pembaca keluarga. Memang sih, ada detail pembunuhan sedikit-sedikit, tapi tak lebih parah dibandingkan konsumsi TV anak zaman sekarang. Bolehlah disebut sebagai PG-13 Arabian Nights.😛

Sebagai versi ringkas sendiri buku ini cukup efektif. Tokoh yang familiar seperti Sinbad, Aladdin, dan Ali Baba terdapat di dalamnya. Akan tetapi nilai lebihnya, menurut saya, justru pada cerita-cerita yang lebih obscure: sebagai contoh petualangan Putri Deryabar serta Penyihir dan Kuda Ajaib. Tentunya bukan berarti kisah yang terkenal itu jelek; ini selera pribadi saja. Sangat mungkin untuk diperdebatkan.❓

 
Cerita dalam Cerita dalam Cerita…
 

Pun demikian, kelebihan Arabian Nights bukan cuma kisah yang fantastis. Ada satu faktor yang jarang diketahui orang tentangnya: metode bercerita.

Sebagaimana sudah disinggung di awal, Arabian Nights dimulai ketika Syahrazad bercerita kepada Sultan. Akan tetapi itu baru permulaan. Di dalam cerita Syahrazad kadang terdapat tokoh yang bercerita lagi, dan di dalam cerita itu, ada cerita lain lagi. Walhasil jadinya agak mirip fraktal: dari level atas, kita masuk dalam cerita, dan tahunya di dalamnya ada cerita baru lagi.😆 Hebatnya berbagai cerita itu dapat terangkai jadi satu kesatuan.

Nah, teknik penceritaan itu tidak lupa diadaptasi oleh Laurence Housman. Biarpun hanya mencakup sebagian kecil Arabian Nights akan tetapi beliau dapat menyarikan dengan baik. Kisah A mengandung tokoh yang menarasi kisah B; tokoh utama kisah C bertemu raja dari kisah B, dan sebagainya. Berbagai macam kisah bertalian, tumpuk-bertumpuk, dan anehnya tetap nyambung dan logis. Cukuplah kalau dibilang bahwa hasil akhirnya mengesankan. (o_O)

 
Ilustrasi
 

Yang ini satu faktor yang sukses menambah kenikmatan membaca saya. Ilustrasinya mantap.:mrgreen:

Seluruh ilustrasi dalam buku ini digambar oleh Edmund Dulac, ilustrator Inggris yang sering menghias buku dongeng. Termasuk yang disentuhnya adalah kompilasi H.C. Andersen. Adapun dalam Stories from the Arabian Nights Dulac menghadirkan lukisan cat air bergaya Oriental… dari perspektif Eropa abad ke-19.

Bagi kita yang hidup di abad 21 mungkin terlihat aneh. Yet in a way, quite charming.

Scheherezade by Dulac

Syahrazad (ilustrasi frontispiece)

Dulac Arabian Nights

dari The Fisherman and The Genie (hlm. 113)

Dulac Arabian Nights

dari The Fisherman and The Genie (hlm. 119)

 
Kesimpulan & Download
 

Bacaan ringan, menyenangkan, dan bagusnya, gratis. Pengenalan yang bagus menuju dunia Arabian Nights.

Bukunya sendiri bersifat public domain, jadi pembaca yang berminat dapat mengunduh di link berikut. Meskipun begitu saya sarankan download format PDF atau DjVu — versi EPUB yang tersedia sangat buruk.

Posting komentar. Apabila tidak muncul, ada kemungkinan tersaring filter spam. Harap tunggu pemilik blog untuk mengecek dan melepaskan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: