ZENOSPHERE

science, philosophy, and cultural menagerie

“Maria” di berbagai penjuru dunia

Sahibul hikayat, salah satu hobi saya adalah mengamati nama orang dan memperhatikan asal-usulnya. Ini hobi yang sudah berlangsung tahunan — kalau Anda mengikuti blog saya yang lama kemungkinan sudah tahu tulisan yang ini dan ini. Bagi saya menganalisis nama itu menarik: dari informasi yang secuil itu sedikit-banyak tersingkap karakteristik bahasa dan adat yang melatarinya. Nama Rusia, misalnya beda gaya dengan Irlandia. Nama Inggris beda dengan Jepang, Jepang beda lagi dengan Arab, dan seterusnya.

Nah, berhubung sekarang ini suasana Natal, jadi ada baiknya kalau hobi tersebut dikaitkan dengan tema Natal. Yang hendak saya bicarakan di sini adalah salah satu tokoh sentral di dunia Kristen, yaitu Bunda Maria. Karena kemasyhurannya nama Beliau amat populer di berbagai belahan dunia. Terutama pastinya di negeri yang penduduknya mayoritas Kristen; banyak anak perempuan diberi nama mengacu pada sang Theotokos.

virgin mary by velazquez

Bunda Maria, sebagaimana ditampilkan dalam sebuah lukisan abad ke-17

(courtesy of wikipedia)

Meskipun demikian, karena adanya perbedaan linguistik dan dialek, jadinya nama Beliau mengalami penyesuaian di berbagai negara. Orang Arab merujuk nama tersebut sebagai “Maryam”, sementara, orang Inggris menyebutnya sebagai “Mary”. Di Indonesia sendiri, karena dulunya dijajah oleh Belanda dan Portugis, akhirnya mengikuti keduanya mempopulerkan nama “Maria”.

Nah, itu baru sebagian yang cukup terkenal. Bagaimana pengucapan Maria di negara-negara lain?

  • Di Inggris dan Amerika, selain “Mary” yang telah disebut, ada juga variasi pengejaan seperti “Marie” atau “Mariah”. Kira-kira seperti yang dipakai Mariah Carey.
     
  • Di wilayah Arab yang dominan Islam, pengucapannya mengikuti sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an: “Maryam” (مريم)
     
  • Di Irlandia, nama ini diserap dalam bahasa Gaelic menjadi “Màiri” atau “Máire”. Salah satu turunannya adalah “Máirín” (diromanisasi menjadi “Maureen”).
     
  • Di wilayah Jerman dan Prancis, versi nama yang populer adalah “Marie”
     
  • Di Yunani umumnya ditulis sebagai Μαριαμ (“Mariam”)
     
  • Di daerah Wales dan Skandinavia umum disebut “Mari”, “Marii”, atau “Maarja”
     
  • Di Semenanjung Iberia (Spanyol-Portugal) disebut “María”. Penyebutan ini diadopsi oleh mantan negara-negara jajahan mereka di Amerika Latin.
     
  • Di negara-negara Slavik (e.g. Kroasia, Slovenia, Serbia), umum ditulis sebagai “Marija” (huruf ‘j’ dibaca ‘y’)
     
  • Konon di Britania abad pertengahan nama ini disebut “Marian”. Barangkali seperti putri yang harus diselamatkan oleh Robin Hood?
     
  • … dan seterusnya, masih banyak lagi.😛
     

Yang juga menarik adalah variasi nama yang diturunkan dari “Maria”. Mulai dari “Annamaria”, “Marietta”, hingga “Marilyn” dan “Marisol”, semuanya menunjukkan penghargaan pada Ibunda Yesus Kristus.🙂

Saya pribadi amat suka pada nama “Mairi”, dan berpikir untuk memberikan pada anak saya kelak (walaupun tidak ada alasan teologisnya; saya tidak beragama Kristen.😛 ). Entah kenapa senang saja mendengarnya. Tapi ya yang semacam ini subyektif — orang lain mungkin punya penilaian tersendiri.

Anyway, that’s that. Selamat Natal 2010 bagi yang merayakan!😀

 
—–

Link terkait:
 

7 responses to ““Maria” di berbagai penjuru dunia

  1. rukia Desember 24, 2010 pukul 6:45 pm

    Selamat Natal Sora-kun *eh salah ya*
    Selamat Natal buat semua umat Kristen yang ngerayain *ada yg ga ngerayain soalnya* *lirik om Jensen* dan selamat liburan buat yg ga ngerayain🙂
    *balik kerja*

  2. sora9n Desember 24, 2010 pukul 9:58 pm

    Lho, saya merayakan Natal. Hari di mana temannya tante ngasih tiramisu buat orang serumah, itu adalah Hari Raya… (u_u)

    *dikeplak bolak-balik* x(

  3. Fortynine Desember 25, 2010 pukul 12:30 am

    Saya pribadi amat suka pada nama “Mairi”, dan berpikir untuk memberikan pada anak saya kelak (walaupun tidak ada alasan teologisnya; saya tidak beragama Kristen.😛 ).

    Saya suka nama “ALEXANDER”. bukan lantaran kisah Alexander the great, tapi buat saya, ya….kayanya keren punya anak lelaki bernama itu…..

  4. gunawanrudy Desember 27, 2010 pukul 5:03 am

    menarik mengkaji maria dalam perspektif katolik jawa (maksudnya orang-orang jawa yang katolik, yang juga masih mempertahankan ke-jawa-annya). bukan masalah nama, tapi penempatan figurnya. eh mungkin untuk pengantar, om “n.m.w.” bisa berbagi. :p

    *lagi asik baca-baca skripsi tentang itu*

  5. lambrtz Desember 27, 2010 pukul 9:53 am

    ^
    Ampun Denmas, Katholik KTP kaya saya mana mampu komen tentang itu :-SS

  6. gunawanrudy Desember 27, 2010 pukul 6:01 pm

    berhasil ter-summon tapi kok…….. :-w

  7. sora9n Desember 27, 2010 pukul 8:27 pm

    @ Fortynine

    Yup, soal nama memang punya kesannya sendiri-sendiri. ^^v

    @ gunawanrudy | lambrtz

    Sebagai orang yang relatif buta dunia Kristen, sepertinya saya akan mengamati sahaja.😛

    *makan popcorn*

Posting komentar. Apabila tidak muncul, ada kemungkinan tersaring filter spam. Harap tunggu pemilik blog untuk mengecek dan melepaskan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: