ZENOSPHERE
bungee-jumping from the ivory tower
Arsip tag electronica
Sunday Music File: Tangerine Dream, “Melrose” (1990)
Posted by pada Mei 8, 2011
- Album: Melrose
- Musisi: Tangerine Dream
- Label: Private Music
- Tahun: 1990
Kalau boleh jujur, saya orangnya cukup tertarik pada musik instrumental. Alat musiknya sendiri terserah saja — tradisional boleh, klasik boleh; synthesizer juga tak apa. Yang penting eksekusinya bagus saja sih. Akibatnya sendiri cukup jelas: koleksi yang saya punya di harddisk jadi gado-gado nyeleneh. Piano klasik Glenn Gould ada; musik etnik The Chieftains juga ada. Pokoknya semacam itulah. ^^;
Nah, sejalan dengan itu, album yang hendak dibahas kali ini juga memiliki gaya instrumental. Dirilis dengan judul Melrose, album ini merupakan produk musisi Tangerine Dream pada dekade 1990-an.
Sunday Music File: Jean Michel Jarre, “Revolutions” (1988)
Posted by pada Februari 13, 2011
Musisi: Jean Michel Jarre
Album: Revolutions
Label: Disques Dreyfus
Tahun: 1988
Apa yang terbayang tiap kali mendengar kata “Orkestra”? Kalau bagi saya, kata tersebut identik dengan serombongan musisi berbaju formal yang bermain di atas panggung. Di bawah arahan seorang konduktor, para musisi ini — dengan alat musik yang berbeda-beda — akan bergabung memainkan komposisi yang rumit. Di satu bagian ada yang memainkan piano; lalu ditingkahi oleh biola dan sebagainya. Boleh dibilang bahwa sebuah musik orkestra memiliki penyajian yang ‘wah’.
Akan tetapi, lain halnya dengan pendapat Jean Michel Jarre. Ia adalah musisi dengan pengaruh klasik yang kuat. Ayahnya sendiri, Maurice Jarre, seorang komposer pemenang Academy Awards.[1] Meskipun begitu Jean Michel punya jalannya sendiri. Apabila sang ayah menyalurkan jiwa klasik lewat orkestra tradisional, maka sang putra sebaliknya. Ia mengekspresikan gaya klasik orkestra lewat synthesizer.
Sunday Music File: Kraftwerk, “The Man-Machine” (1978)
Posted by pada Januari 30, 2011
Album: The Man-Machine
Musisi: Kraftwerk
Label: Kling Klang
Tahun: 1978
Sebagaimana pernah ditulis di salah satu posting blog lama, saya adalah orang yang punya kesukaan luas soal musik. Mulai dari etnik sampai elektronik, asalkan enak di kuping, biasanya saya suka.
Barangkali itu juga sebabnya saya suka ngetes mendengarkan musisi yang gayanya aneh, unik, dan/atau eksperimental. Meskipun begitu itu cerita lain untuk saat ini.
Nah, salah satu musisi “unik” yang kebetulan saya suka adalah Kraftwerk. Mereka ini adalah band electronica asal Jerman yang — kalau boleh dibilang — gayanya retro abis. Meskipun begitu, retro a la Kraftwerk berbeda dengan yang dicitrakan band pop macam The Beatles atau Bee Gees. Jika band-band sezamannya membawakan lagu cinta dan/atau bertema hippie, maka Kraftwerk membawakan lagu bertema kemajuan teknologi.






Recent Comments