<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ZENOSPHERE</title>
	<atom:link href="http://zenosphere.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zenosphere.wordpress.com</link>
	<description>bungee-jumping from the ivory tower</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Feb 2012 07:42:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='zenosphere.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>ZENOSPHERE</title>
		<link>http://zenosphere.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://zenosphere.wordpress.com/osd.xml" title="ZENOSPHERE" />
	<atom:link rel='hub' href='http://zenosphere.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Galois, Matematikawan di Tengah Revolusi</title>
		<link>http://zenosphere.wordpress.com/2012/02/12/galois-matematikawan-di-tengah-revolusi/</link>
		<comments>http://zenosphere.wordpress.com/2012/02/12/galois-matematikawan-di-tengah-revolusi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Feb 2012 04:02:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sora9n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Science]]></category>
		<category><![CDATA[Evariste Galois]]></category>
		<category><![CDATA[matematika]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zenosphere.wordpress.com/?p=888</guid>
		<description><![CDATA[Kota Paris biasanya terkesan sebagai latar kisah romantis &#8212; meskipun demikian, hal itu tidak berlaku di pagi hari 30 Mei 1832. Di sebuah lapangan, seorang pemuda 20 tahun ditemukan terkapar, bersimbah darah, dengan luka tembak di bagian perut. Entah apa yang melatarinya. Oleh warga yang menemukannya, pemuda tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit. Sayangnya malang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenosphere.wordpress.com&amp;blog=18388705&amp;post=888&amp;subd=zenosphere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kota Paris biasanya terkesan sebagai latar kisah romantis &#8212; meskipun demikian, hal itu tidak berlaku di pagi hari 30 Mei 1832. Di sebuah lapangan, seorang pemuda 20 tahun ditemukan terkapar, bersimbah darah, dengan luka tembak di bagian perut. Entah apa yang melatarinya. Oleh warga yang menemukannya, pemuda tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit.</p>
<p>Sayangnya malang tak dapat ditolak. Hanya selang satu hari, si pemuda kemudian meninggal. Pada tanggal 31 Mei ia menghembuskan nafas terakhir. Tidak banyak yang menyadari bahwa, di hari itu, Prancis kehilangan seorang putra terbaik.</p>
<p>Pemuda itu, yang tidak dihargai sepantarannya, adalah seorang cerdas cendekia. Aktivis politik radikal, pembela Revolusi Prancis, dan matematikawan kelas tinggi. Sosok jenius yang neurotik, romantis tapi keras kepala, dan idealis sampai akhir &#8212; pemuda itu bernama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Evariste Galois">Évariste Galois</a>.</p>
<blockquote>
<p align="center"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2012/02/galois-portrait.jpg?w=630" alt="Evariste Galois"></p>
<p align="center">Évariste Galois (1811-1832)</p>
<p align="center">(via <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Evariste_galois.jpg">Wikipedia</a>)</p>
</blockquote>
<p>Beberapa orang mungkin asing dengan namanya. Siapa itu Galois, dan mengapa ia disebut jenius? Mengenai hal ini ada ceritanya lagi, dan akan kita singgung nanti. Untuk sementara cukuplah dikatakan bahwa dia membuka cakrawala baru di dunia matematika, yaitu, melalui temuan besarnya: <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Galois_Theory">Teori Galois</a>.</p>
<p><span id="more-888"></span><br />
&nbsp;<br />
<font size="4"><b>Siapa itu Galois? Sejarah Keluarga</b></font><br />
&nbsp;</p>
<p>Évariste Galois (baca: <i>Evarist Galwa</i>) dilahirkan pada tanggal 25 Oktober 1811 di Bourg-la-Reine, sebuah daerah pinggiran selatan kota Paris. Ia berasal dari keluarga terpelajar. Ayahnya, Nicolas-Gabriel Galois, memiliki kepahaman filsafat dan studi klasik; di kemudian hari sempat terpilih menjadi walikota. Adapun ibunya &#8212; Adelaide-Marie &#8212; berasal dari keluarga praktisi ilmu hukum. Melengkapi keluarga ini adalah saudara laki-laki bernama Alfred, serta saudara perempuan Nathalie-Theodore. Meskipun demikian tidak banyak yang diceritakan tentang mereka.</p>
<p>Adalah hal yang menarik bahwa, biarpun orangtuanya terpelajar, Évariste tidak didaftarkan sekolah sampai umur 12. Adelaide-Marie lebih suka mendidik anaknya secara langsung di rumah, dan dialah yang mengajari Évariste kurikulum pendidikan dasar. Mulai dari baca-tulis, sastra klasik, filsafat, hingga aritmatika. Sebagai tambahan adalah pendidikan agama Kristen yang mereka anut.</p>
<p>Boleh dibilang bahwa kultur terpelajar ini membentuk kecenderungan Évariste pada dunia ilmu. Dan memang dia mempunyai bakat, terutama di bidang matematika. Ia dikabarkan telah membaca &#8212; dan mampu memahami &#8212; karya matematikawan terkenal <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Adrien-Marie_Legendre">Legendre</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Joseph_Louis_Lagrange">Lagrange</a> di usia 15. Hal yang menarik, sebab di keluarganya tak ada yang mendalami matematika. (Sebagaimana sudah disebut, ayah dan ibunya dari kalangan ilmu sosial)</p>
<p>Didikan keluarga ini kemudian membuat Évariste jadi menyerap pendirian orangtuanya, termasuk di antaranya soal politik. Sang ayah, Nicolas-Gabriel, adalah seorang liberal yang vokal. Pun demikian dengan sang ibu &#8212; biarpun tidak memiliki jabatan politik seperti suaminya. Perlahan tapi pasti, jiwa politik Évariste tergugah mendukung <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Age_of_Enlightenment">Pencerahan</a>. Di kemudian hari dia akan menjadi aktivis politik di bidang ini.</p>
<p>&nbsp;<br />
<font size="4"><b>Pendidikan, Sekolah, dan Politik: Lycée Louis-le-Grand</font></b><br />
&nbsp;</p>
<p>Memasuki usia 12, Évariste (selanjutnya kita sebut &#8220;Galois&#8221;) mendaftar masuk sekolah asrama bergengsi <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lyc%C3%A9e_Louis-le-Grand">Lycée Louis-le-Grand</a>. Sekolah ini sudah berdiri sejak tahun 1563, dan telah menghasilkan alumni mentereng: sebagai contoh <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Voltaire">Voltaire</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Victor_Hugo">Victor Hugo</a>. Pun begitu, semua gengsi itu ibarat fatamorgana &#8212; pada akhirnya semua luruh dan lenyap di mata Galois. Di satu sisi ia mendapat pendidikan, akan tetapi di sisi lain, dia juga kelimpahan situasi kacau-balau yang penuh intrik.</p>
<blockquote>
<p align="center"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2012/02/lycee-louis-le-grand.jpg?w=630" alt="Lycee Louis-le-Grand"></p>
<p align="center">Bangunan Lycée Louis-le-Grand di masa kini</p>
<p align="center">(via <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:DSC_7111-lycee-louis-le-gra.jpg">Wikipedia</a>)</p>
</blockquote>
<p>Semester pertama Galois berlangsung pada tahun 1823. Pada masa itu Revolusi Prancis sudah lewat beberapa tahun, akan tetapi, bumbu perpecahan masih terasa di seluruh negeri. Begitu juga di Lycée Louis-le-Grand. Sebagai institusi yang menampung murid berbagai daerah, perdebatan dan perkelahian menjadi hal umum. Tidaklah aneh bahwa, menanggapi kecenderungan ini, pihak sekolah menerapkan disiplin yang spartan.</p>
<p>Belum lagi satu semester sudah terjadi kekacauan. Sekelompok murid yang berhaluan liberal mengadakan protes, menolak tradisi menghormati Raja Louis XVIII. Sebagai akibatnya 117 orang murid dikeluarkan. Galois sendiri, biarpun tidak ikut serta, menyaksikan hal itu sebagai ketidakadilan. Bisa ditebak: pada akhirnya ia menjadi pendukung militan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/French_Second_Republic">Republik Prancis</a>.</p>
<p>Adapun dari segi pendidikan, Galois tidak mengalami masalah. Dua tahun pertama ia lewati dengan lancar. Nilai-nilainya cukup bagus, kecuali bahwa ia harus mengulang mata pelajaran Retorika. Meskipun demikian, memasuki tahun ketiga, hampir semuanya jeblok &#8212; dia terlalu fokus pada matematika dan mengabaikan yang lain. </p>
<p>Guru wali muridnya sendiri, M. Vernier, berkomentar:</p>
<blockquote><p>&#8220;[Semester ini] Kualitas kerja tidak konsisten, kemajuan kurang memuaskan. Kepribadian tertutup.&#8221;</p></blockquote>
<p>Sebagaimana telah disinggung di atas, di usia 15 ia tenggelam membaca karya Lagrange dan Legendre. Hal ini &#8212; ditambah juga isu keluarga &#8212; membuat pendidikannya jadi terbengkalai. Boleh dibilang bahwa Galois menjalani sisa pendidikannya di Louis-le-Grand dengan setengah hati.</p>
<p>&nbsp;<br />
<font size="4"><b>&#8220;No Great Genius Without Touch of Madness&#8221;</b></font><br />
&nbsp;</p>
<p>Tahun terakhir Galois di Louis-le-Grand boleh dibilang berupa <i>mixed bag of result</i>. Di satu sisi ia mulai mendalami matematika tingkat lanjut, bahkan hingga mengirim tulisan ke jurnal akademik (soal ini akan dibahas nanti). Meskipun begitu keberhasilan itu harus dibayar mahal. Seiring meningkatnya ketegangan politik di Prancis, keluarga Galois yang liberal mulai mendapat tekanan. Sebuah awal dari rangkaian peristiwa yang &#8212; dalam waktu singkat &#8212; akan memicu keambrukan mental Galois. Mengenai hal ini akan kita uraikan satu-per-satu.</p>
<p>Sebagaimana telah disebut di awal, ayah Galois adalah seorang walikota liberal. Ia terang-terangan menentang monarki, sentimen yang juga diamini sang putra. Kepopulerannya sebagai walikota Bourg-la-Reine ditunjang oleh kecerdasan bermain kata dan puisi; hal yang disenangi orang-orang sebagai hobi.</p>
<p>Sayangnya malang tak dapat ditolak. Melalui sebuah konspirasi, pendeta gereja lokal memalsukan tanda tangan Walikota; menyebarkan surat palsu bernada fitnah. Peristiwa ini menimbulkan skandal besar. Dipermalukan dan dituduh secara tidak adil, Nicolas-Gabriel akhirnya mundur dari jabatan. Ia memboyong keluarganya pindah, akan tetapi, sisa hidupnya tidak damai. Nicolas-Gabriel akhirnya bunuh diri pada tahun 1829.</p>
<p>Kepergian sang ayah menimbulkan dampak hebat pada psikologi Galois. Apabila kegemaran dengan matematika telah mendorongnya jadi singular dan tertutup, maka tewasnya Nicolas-Gabriel membuatnya jadi getir dan sinis. Di sinilah awalnya Galois menjadi sosok keras yang paranoid. Dalam dua tahun selanjutnya, ia akan dihinggapi neurosis, yang kemudian akan dilampiaskan dalam berbagai demonstrasi antipemerintah.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Guncangan batin Galois tidak berhenti sampai di situ. Belum lagi sang ayah dikuburkan, masalah baru muncul. Entah bagaimana, warga Bourg-la-Reine berhasil mengungkap fitnah yang dilakukan terhadap walikota. Fitnah yang berhubungan dengan politik. Pemakaman Nicolas-Gabriel tidak khidmat &#8212; suasana dipenuhi atmosfer perpecahan.</p>
<p>Mendadak pemakaman yang harusnya syahdu meletus jadi kerusuhan. Pendeta lokal yang dicurigai kaki tangan monarki dilempari batu dan cacian; menambah garam di atas luka yang belum kering. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan Galois; menyaksikan semua itu sebagai putra orang yang hendak dikuburkan.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Adapun pukulan terakhir, dan paling keras, terjadi satu bulan pasca kematian Nicolas-Gabriel. Galois memutuskan ikut ujian masuk perguruan tinggi. Di tahun sebelumnya ia sudah mendaftar <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/École_Polytechnique">École Polytechnique</a>, akan tetapi ia gagal karena kurang persiapan. Tahun ini adalah kesempatan terakhir: seseorang hanya boleh mendaftar dua kali. Apabila tahun ini juga gagal maka Galois harus mencari kampus lain.</p>
<p>Tak susah membayangkan bahwa Galois menjalani ujian dalam kondisi kacau. Belum lama ayahnya bunuh diri, lalu pemakaman berujung rusuh, dan kini dia harus ujian. Tidak mengherankan bahwa dia akhirnya gagal. </p>
<p>Akan tetapi Galois &#8212; barangkali karena mentalnya yang mulai terganggu &#8212; meledak marah. Sebuah versi sejarah mengatakan bahwa ia menganggap pengujinya terlalu bodoh, tidak mampu memahami kejeniusan dirinya; versi lain mengatakan bahwa ia sampai melempar penghapus papan tulis karena frustrasi. (lihat juga: Rothman, 1982)</p>
<p>Kegetiran Galois kelak akan semakin menjadi-jadi. Memasuki perguruan tinggi sekunder yang kalah bergengsi, ia akan menjadi seorang agitator militan. Pun begitu Galois tidak melupakan <i>passion</i> di bidang matematika &#8212; justru karya terbaiknya akan muncul di periode ini.</p>
<p>&nbsp;<br />
<font size="4"><b>Publikasi Matematika Galois</b></font><br />
&nbsp;</p>
<p>Ditolak masuk kampus pilihan utama, Galois akhirnya terdampar di pilihan kedua, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/%C3%89cole_Normale_Sup%C3%A9rieure">École Normale</a>. Peristiwa ini terjadi di awal tahun 1830. Ironisnya, justru di kampus ini jiwa matematika Galois berkembang.</p>
<p>Setengah tahun sebelumnya, Galois telah mencoba mengirim manuskrip kepada <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/French_Academy_of_Sciences">Akademi Sains Prancis</a>. Ini adalah formulasi awal dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Galois_Theory">Teori Galois</a> &#8212; teori yang menjelaskan tentang solusi polinomial orde-5. Guru matematika Galois sendiri, Louis-Paul-Emile Richard, mengantarkannya pada matematikawan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Augustin-Louis_Cauchy">Cauchy</a>.</p>
<p>Anehnya, entah karena apa, Cauchy tidak pernah mempresentasikan manuskrip tersebut di Akademi. Ada kemungkinan manuskrip itu hilang atau terselip. Meskipun demikian, sebuah versi mengatakan bahwa Cauchy memuji karya Galois, dan ingin agar karya tersebut disempurnakan demi nominasi <i>Grand Prix des Sciences Mathematiques</i>. Apapun yang terjadi, yang jelas manuskrip ini akhirnya terlupa dan terabaikan.</p>
<p>Melihat karyanya seolah tak diperhatikan, Galois memutuskan untuk merevisi dan mengirim langsung ikut <i>Grand Prix</i>. Sayangnya lagi-lagi ia tak beruntung. Manuskrip diberi ke matematikawan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Joseph_Fourier">Fourier</a> untuk dinilai, akan tetapi Fourier meninggal sebulan kemudian. Entah bagaimana di antara peninggalannya tak terdapat manuskrip Galois. Lagi-lagi, karya Galois terlupakan.</p>
<p>Di luar itu sendiri, sepanjang tahun 1830 Galois menuliskan tiga buah <i>paper</i> &#8212; dimuat dalam jurnal <i>Ferrusac Bulletin</i> &#8212; terkait teori angka dan persamaan. Masing-masingnya dengan judul terjemahan Inggris, <i>“An analysis of a memoir on the algebraic resolution of equations”</i>, <i>“Notes on the resolution of numerical equations”</i>, dan <i>“On the theory of numbers.”</i></p>
<p align="center">***</p>
<p>Adapun memasuki tahun 1831, Galois diminta untuk menulis ulang karya yang diberikan kepada Cauchy dan Fourier. Untuk kali ini, matematikawan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Simeon_Poisson">Poisson</a> yang melakukan penilaian, tetapi pada akhirnya ia pun menolak Galois &#8212; bukan karena salah, melainkan karena penjelasannya terlalu abstrak. Rekomendasinya adalah agar <i>paper</i> itu ditulis ulang/disempurnakan.</p>
<p>Mendengar ini Galois menulis revisi dan mengirim ulang. Akan tetapi dua bulan berlalu tanpa tanggapan balik. Galois, yang nampaknya semakin neurotik, menulis surat secara sarkastis:</p>
<blockquote><p>&#8220;Saya akan sangat senang seandainya Anda bisa meminta Tuan Lacroix dan Poisson untuk mengumumkan: apakah mereka juga telah kehilangan manuskrip saya [seperti Fourier], atau mereka memang berencana mengumumkannya di Akademi.&#8221;</p></blockquote>
<p>Sayangnya, lagi-lagi tak ada tanggapan. Untuk sementara waktu Teori Galois &#8212; karya besarnya &#8212; masih harus terkubur. Hal ini jelas tidak menyenangkan. Terlebih bagi Galois yang belum lama terguncang jiwanya.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Berbagai pengalaman buruk di atas, ditambah kecenderungan Galois yang makin paranoid, turut membentuk rasa sentimen terhadap otoritas. Hal ini akan semakin kentara dalam perjuangan politik di tahun terakhir hidupnya.</p>
<p>&nbsp;<br />
<font size="4"><b>Hidup yang Kacau: Antara Revolusi, Penjara, dan Cinta</b></font><br />
&nbsp;</p>
<p>Sebelum membahas tahun terakhir Galois, ada baiknya kita mundur dulu sedikit, ke masa awal penerimaannya di École Normale. Periode ini bersinggungan dengan era produktivitas matematika Galois.</p>
<p>Sebagaimana telah disebutkan, Galois memiliki rasa sentimen terhadap otoritas. Contoh luapannya terjadi di sekolah Galois sendiri, École Normale &#8212; selama satu tahun dia bersilang pendapat dengan direktur Guigniault.</p>
<p>Guigniault, seorang konservatif, adalah dosen yang melarang mahasiswanya berpolitik. Galois, sebaliknya: jiwa aktivis yang dimilikinya sangat kuat. Tak pelak ia dan Guigniault sering berdebat. Puncaknya terjadi ketika Guigniault menerbitkan surat terbuka menyerang seorang guru berhaluan liberal. Galois, menanggapi perang pena, menulis dengan pedas:</p>
<blockquote><p>&#8220;Segala ia perbuat menunjukkan pikiran yang sempit dan konservatisme yang berurat-berakar.&#8221;</p></blockquote>
<p>Belum lagi lama di École, tetapi Galois sudah berani menantang. Guigniault tidak lagi menoleransi. Galois akhirnya dikeluarkan dari sekolah &#8212; dan untuk selanjutnya, harus berjuang menghidupi diri sendiri.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Masa-masa selanjutnya, sekaligus merupakan tahun terakhir hidup Galois, boleh dibilang yang paling kelam. Dia dipecat dari sekolah dan tak punya pekerjaan. Frustrasi akan penolakan kalangan ilmiah, ia tak lagi menghasilkan karya matematika. Galois kini mencari pelarian lewat aktivitas radikal dan minuman keras.</p>
<p>Tercatat bahwa Galois dua kali ditahan polisi karena berdemo. Yang pertama, ketika dalam sebuah acara perayaan, dia bersulang untuk Raja Louis-Philippe sambil menadahkan pisau. Hal ini dianggap sebagai ekspresi ancaman. Adapun yang kedua, ketika ia dengan nekat mengenakan seragam artileri dan berkeliling kota membawa senjata: setidaknya dua pistol, satu bedil, dan sebuah belati. </p>
<p>Jikalau tadinya ada orang meragukan militansi Galois &#8212; maka, lewat dua peristiwa di atas, kesan itu pupus sudah. Ia kini telah menjadi radikal yang seradikalnya. Tidak heran bahwa pada akhirnya ia divonis penjara enam bulan.</p>
<p>Ironisnya kemalangan Galois tidak berhenti sampai di situ. Menjelang dihukum penjara pun kabar buruk masih menimpanya. Revisi <i>paper</i> yang diserahkan pada Poisson dan Lacroix, yang berbulan-bulan tidak ada kabar, akhirnya resmi ditolak. Peristiwa ini merupakan pukulan besar akan harapan Galois mendapat pengakuan ilmiah.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Akan tetapi Galois tidak lama harus meringkuk di penjara. Awal tahun 1832,  wabah kolera menyerang Prancis, dan Paris termasuk yang paling parah terkena. Adalah kebiasaan saat itu bahwa, apabila tahanan politik sakit, dibolehkan tahanan rumah di tempat penyembuhan. Galois mendapat keistimewaan ini &#8212; untuk selanjutnya ia akan tinggal di bangunan berjuluk <i>Sieur Faultrier</i> (&#8220;rumah kesehatan&#8221;).</p>
<p>Barangkali boleh dibilang bahwa ini sebuah peningkatan. Sebelum dipindah ke <i>Sieur Faultrier</i>, saudara perempuan Galois Nathalie-Theodore menuliskan kesan:</p>
<blockquote><p>&#8220;Saya khawatir akan kesehatannya. [Évariste] begitu kelelahan . . . kepribadian yang kelam membuat dia tampak tua dari seharusnya. Matanya hampa seperti orang berumur 50 tahun.&#8221;</p></blockquote>
<p>Dan memang kepindahan itu memberi nilai positif. Untuk pertama kalinya dalam hidup, Galois menemukan sesuatu yang lebih menarik daripada matematika atau idealisme Revolusi. Dia jatuh cinta pada putri seorang dokter di <i>Sieur Faultier</i> &#8212; seorang gadis bernama Stephanie Potterin du Mottel.</p>
<p>Sayangnya, sebagaimana banyak hal lain di kehidupan Galois: cinta ini <i>pun</i> mengalami penolakan. Stephanie yang awalnya berteman baik dengan Galois perlahan menarik diri. Entah apa alasannya &#8212; barangkali disumbang oleh temperamen Galois. Bagaimanapun akhirnya hubungan itu kandas.</p>
<p>Galois, menyesali hal ini, menulis pada sahabatnya Chevalier:</p>
<blockquote><p>&#8220;Bagaimana mungkin saya bisa menenangkan diri, sementara saya telah menghabiskan &#8212; dalam sebulan &#8212; sumber kebahagiaan terbaik seorang pria. Sementara saya tersuruk tanpa kebahagiaan dan harapan&#8230;&#8221; </p></blockquote>
<p>&nbsp;<br />
<font size="4"><b>Akhir Sang Jenius: Duel dan Surat Legendaris</b></font><br />
&nbsp;</p>
<p>Selepas hubungannya dengan Stephanie, Galois semakin tenggelam dalam politik. Dari dalam tahanan ia berkoordinasi dan mendiskusikan ide-ide progresif. Meskipun begitu, bulan Mei telah tiba, dan masa hukuman telah habis. Galois kembali menjadi orang bebas.</p>
<p>Tiba-tiba saja, tanpa latar belakang jelas, Galois menulis surat pada teman-temannya: bahwa ia telah ditantang untuk berduel menggunakan pistol. </p>
<p>Dua orang patriot telah menantangnya, tulis Galois, lantas melanjutkan: &#8220;sebuah tantangan yang tak bisa saya tolak . . . bahwa ini di luar keinginan saya, dan saya tidak punya jalan lain.&#8221;</p>
<p>Terdapat beberapa teori terkait latar belakang duel Galois. Satu versi meyakini Galois dijebak oleh rezim pemerintah; versi lain mengatakan duel itu terkait masalah wanita. Versi lain lagi menyatakan bahwa Galois hendak dijadikan martir politik: sebagai aktivis radikal, kematiannya akan berguna menggelorakan simpati. Mengenai hal ini para sejarahwan tidak sepakat, dan kemungkinan, tidak akan pernah sepakat. (lihat juga: Rothman, 1982)</p>
<p>Terlepas dari penyebabnya, satu hal sudah jelas: di pagi hari 30 Mei 1832, Évariste Galois pergi ke lapangan terbuka untuk duel pistol. Menarik untuk dicatat bahwa dia begitu pesimis &#8212; begitu yakin akan mati dalam duel tersebut. Yang mana, hal ini memicu sebuah tindakan legendaris: </p>
<p>Galois, menyadari bahwa akhir hidupnya sudah dekat, menuliskan semua teori matematikanya dalam satu malam &#8212; berbentuk surat &#8212; dan menitipkan pada sahabatnya Chevalier.</p>
<blockquote><p>&#8220;Sampaikan pada <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Carl_Gustav_Jacob_Jacobi">Jacobi</a> atau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Carl_Friedrich_Gauss">Gauss</a>, agar memberikan pendapat terkait teorema ini&#8230; bukan tentang benar atau salah, melainkan apakah teorema ini berguna. Mudah-mudahan kelak ada orang tertarik mengurai kekacauan ini [terkait angka dan bilangan].&#8221;</p></blockquote>
<p>Surat tersebut sekaligus mengandung catatan tentang riset terbaru Galois, yang tidak terdapat dalam publikasi sebelumnya. Kelak lembar-lembar itu akan diperiksa matematikawan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Joseph_Liouville">Liouville</a> dan diterbitkan dalam <i>Journal de Mathématiques Pures et Appliquées</i> &#8212; sebelas tahun setelah kematian penulisnya.</p>
<p>Sebagaimana kita tahu, Galois akhirnya meninggal. Akan tetapi kerja kerasnya berbuah manis: warisan intelektualnya kemudian diakui, dan dapat bertahan hingga kini. Menarik membayangkan bahwa Galois pergi berduel dengan perasaan <i>bittersweet</i>, bahwa dia tahu kebenaran yang belum ada orang lain tahu, sementara tak ada harapan dia selamat &#8212; akan tetapi, itu cerita lain untuk saat ini.</p>
<p>&nbsp;<br />
<font size="4"><b>Penutup: Sang Matematikawan Kontradiktif</b></font><br />
&nbsp;</p>
<p>Penulis Mario Livio, yang karyanya banyak saya rujuk membuat tulisan ini, punya deskripsi menarik tentang Galois &#8212; barangkali salah satu sosok paling menarik di jagat matematika. Kutipan dalam bahasa aslinya sebagai berikut:</p>
<blockquote><p><i>&#8220;What can you say about a twenty-year-old boy who died? That he was a romantic, and a genius, that he loved mathematics. And he succumbed to misunderstanding and self-destruction.&#8221;</i></p></blockquote>
<p>Bahwa Galois sosok jenius, hal itu sulit disangkal. Di usia duapuluh tahun ia membuka cakrawala baru di bidang matematika. Sumbangannya bernilai signifikan di bidang <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Group_theory">teori grup</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Symmetry_in_mathematics">simetri</a> &#8212; di samping sentuhan sana-sini terkait <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Number_theory">teori angka</a>. Hanya saja, karena satu dan lain hal, ia tidak dapat bersumbangsih lebih lama. Akhirnya usia juga yang membatasinya.</p>
<p>Akan tetapi, yang membuat Galois menarik bukan <i>semata</i> karena dia jenius &#8212; justru sebaliknya. Yang membuat Galois istimewa adalah berbagai kontradiksi inheren dalam dirinya. Seorang matematikawan yang berpolitik; romantis yang galak; jenius yang hampir gila didera penderitaan. Hampir sepanjang hidupnya dia ditolak karena &#8220;nggak pernah nyambung&#8221; &#8212; sebab memang begitu banyak sisi yang dimiliki. Semua itu berkontribusi membentuk pribadi &#8220;Galois&#8221; yang unik. </p>
<p>Barangkali satu hal yang perlu ditekankan adalah: betapapun Galois itu cerdas, <b>bukan berarti</b> dia tidak bodoh. Benar bahwa dia mampu menghasilkan kontribusi ilmiah yang besar. Akan tetapi dia juga mempunyai sisi ketololan tersendiri: dengan sengaja memancing dipecat dari sekolah; hidup luntang-lantung menyalahgunakan alkohol; langganan keluar-masuk penjara. Ditambah lagi bahwa ia sepertinya menderita gangguan jiwa: selepas kematian ayahnya, Galois adalah seorang getir, pengumpat, dan paranoid. </p>
<p>Sebagaimana kenalan Galois, matematikawati Sophie Germain, berkomentar:</p>
<blockquote><p>&#8220;Dia tidak punya uang, begitu pula ibunya tidak begitu kaya. Sesudah kembali ke rumah dia melanjutkan kebiasaan mengumpat dan meradang . . . Orang bilang dia akan menjadi gila, dan saya kuatir itu benar adanya.&#8221;</p></blockquote>
<p>Mungkin ada benarnya kata Seneca, filsuf Yunani dari aliran Stoik. <i>&#8220;There is no great genius without a touch of madness&#8230;&#8221;</i></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;<br />
&#8212;&#8212;</p>
<p><a name="galois-ref"><font size="2"><b>Referensi:</b></font></a></p>
<p>&nbsp;<br />
Kleiner, I. (2007). <i>A History of Abstract Algebra</i>. Boston, MA: Birkhauser</p>
<p>Livio, M. (2005). <i>The Equation That Couldn&#8217;t Be Solved: How Mathematical Genius Discovered The Language of Symmetry</i>. New York: Schuster &amp; Schuster</p>
<p>Ronan, M. (2006). <i>Symmetry and The Monster: One of the greatest quests in mathematics</i>. London: Oxford University Press</p>
<p>Rothman, T. (1982). <a href="http://www.physics.princeton.edu/~trothman/galois.html">Genius and biographers: the fictionalization of Evariste Galois</a>, <i>American Mathematics Monthly 89</i>, 84-106</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zenosphere.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zenosphere.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zenosphere.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zenosphere.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zenosphere.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zenosphere.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zenosphere.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zenosphere.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zenosphere.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zenosphere.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zenosphere.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zenosphere.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zenosphere.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zenosphere.wordpress.com/888/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenosphere.wordpress.com&amp;blog=18388705&amp;post=888&amp;subd=zenosphere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zenosphere.wordpress.com/2012/02/12/galois-matematikawan-di-tengah-revolusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c4a3b530f2b3d759918a0942cb2206a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sora9n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2012/02/galois-portrait.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Evariste Galois</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2012/02/lycee-louis-le-grand.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lycee Louis-le-Grand</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ötzi and The March of Medicinal Science</title>
		<link>http://zenosphere.wordpress.com/2011/09/27/otzi-and-the-march-of-medicinal-science/</link>
		<comments>http://zenosphere.wordpress.com/2011/09/27/otzi-and-the-march-of-medicinal-science/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 13:43:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sora9n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Science]]></category>
		<category><![CDATA[Iceman]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Oetzi]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah medis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zenosphere.wordpress.com/?p=866</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari di tahun 1991, dua orang pendaki gunung asal Jerman menemukan sosok manusia terperangkap dalam es. Peristiwanya terjadi ketika mereka sedang mendaki dekat perbatasan Italia-Austria, dan langsung dilaporkan pada otoritas setempat. Peristiwa ini tidak biasa, meskipun begitu, sebenarnya tidak aneh. Gunung yang mereka daki tersebut termasuk rangkaian Pegunungan Alpen. Sebagai salah satu yang tertinggi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenosphere.wordpress.com&amp;blog=18388705&amp;post=866&amp;subd=zenosphere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari di tahun 1991, dua orang pendaki gunung asal Jerman menemukan sosok manusia terperangkap dalam es. Peristiwanya terjadi ketika mereka sedang mendaki dekat perbatasan Italia-Austria, dan langsung dilaporkan pada otoritas setempat. Peristiwa ini tidak biasa, meskipun begitu, sebenarnya tidak aneh. Gunung yang mereka daki tersebut termasuk rangkaian <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Alps">Pegunungan Alpen</a>. Sebagai salah satu yang tertinggi di Eropa, pegunungan ini sering memakan korban.</p>
<p>Dengan latar belakang demikian, petugas polisi dan medis mencurigai sosok tersebut sebagai pendaki kecelakaan. Skenario umumnya: pendaki yang kurang ahli mengalami terpeleset, lalu jatuh ke dalam gletser dan meninggal. Meskipun begitu analisis ini cuma separuh benar. Ketika temuan tersebut diperiksa mereka sampai pada kesimpulan mencengangkan: sosok tersebut adalah mayat pendaki berusia 5300 tahun. Boleh dibilang bahwa selama ribuan tahun jasadnya terawetkan dalam lapisan es.</p>
<p>Oleh petugas yang memeriksanya, jasad manusia purba ini kemudian dinamai sebagai &#8220;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ötzi_the_Iceman">Ötzi</a>&#8220;.</p>
<blockquote>
<p align="center"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/09/oetzi-wikipe.jpg?w=630" alt="Oetzi the Iceman" border="0"></p>
<p align="center">Ötzi, yang kadang-kadang disebut juga &#8220;The Iceman&#8221;</p>
<p align="center">(via <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:OetzitheIceman02.jpg">Wikipedia</a>)</p>
</blockquote>
<p><span id="more-866"></span></p>
<p>Bahwa terdapat manusia purba yang jasadnya awet sampai sekarang, itu saja sudah luar biasa. Akan tetapi ada lagi yang lebih menarik: barang-barang yang dibawa oleh Ötzi menunjukkan cara hidupnya. Terdapat <a href="http://www.iceman.it/en/equipment">berbagai perlengkapan</a> seperti kapak sederhana dan pisau. Yang juga menarik adalah bahwa Ötzi (kemungkinan) telah memiliki pengetahuan obat-obatan sederhana &#8212; memanfaatkan jamur dan arang.<sup>[<a name="cite-1" href="#fn-1">1</a>]</sup><sup>[<a name="cite-2" href="#fn-2">2</a>]</sup></p>
<p>Mengapa si manusia purba harus berobat dengan jamur dan arang? Nah, ini ada ceritanya lagi. Dan boleh dibilang sangat menarik &#8212; jadi akan kita uraikan di bagian khusus tersendiri. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;<br />
<font size="4"><b>The Iceman&#8217;s Medicinal Kit</b></font><br />
&nbsp;</p>
<p>Sebagaimana telah disinggung di atas, Ötzi si manusia purba diduga punya pengetahuan medis &#8212; biarpun sangat minim dan kasar. Ia dikatakan membawa kantong berisi jamur dan arang. Pertanyaannya adalah: untuk apa?</p>
<p>Jawaban untuk ini diberikan oleh ilmuwan Luigi Capasso, dalam artikel jurnal kedokteran <i>The Lancet</i>.<sup>[<a name="cite-3" href="#fn-3">3</a>]</sup> Berdasarkan pemeriksaan saluran pencernaan Ötzi, ditemukan kehadiran parasit cacing Nematoda, mengakibatkan gangguan sakit perut. Spesies jamur yang dibawa Ötzi (<i><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Piptoporus_betulinus">Piptoporus betulinus</a></i>) memiliki sifat antibiotik dan bersifat purgatif &#8212; kasar-kasarnya semacam obat pencahar. Hal ini mensugestikan bahwa Ötzi memanfaatkan jamur tersebut sebagai pertolongan pertama.</p>
<blockquote>
<p align="center"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/09/oetzi_mushroom.jpg?w=630" alt="Oetzi's mushroom" border="0"></p>
<p align="center">Roncean jamur yang dibawa Ötzi.</p>
<p align="center">(via <a href="http://www.iceman.it/en/node/288">South Tyrol Museum of Archaeology</a>)</p>
</blockquote>
<p>Mengenai arang sendiri, ceritanya agak mirip. Selama berabad-abad arang dimitoskan sebagai <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Charcoal_biscuit">suplemen pembantu pencernaan</a>. Yang menarik adalah bahwa, ketika lambung dan usus Ötzi diperiksa, di dalamnya terdapat elemen arang!<sup>[<a name="cite-1" href="#fn-1">1</a>]</sup> <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_eek.gif' alt=':shock:' class='wp-smiley' />  Mungkinkah si manusia purba sadar dan hendak mengobati sakit perutnya? Mengenai hal ini mungkin akan tetap jadi misteri.</p>
<p>Satu lagi yang tak kalah menarik, biarpun tidak sekokoh dua sebelumnya, terkait dengan berbagai tato/marka tubuh di badan Ötzi. Peletakan berbagai tato ini kemudian dianalisis oleh tujuh peneliti dari <a href="http://www.uni-graz.at/">Universitas Graz</a>. Hasil yang didapat: berbagai tato yang terdapat di badan Ötzi letaknya bersinggungan dengan titik-titik syaraf dan akupunktur.<sup>[<a name="cite-4" href="#fn-4">4</a>]</sup> Sama dengan temuan Capasso tentang jamur, penelitian ini diterbitkan dalam jurnal <i>The Lancet</i>.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Bisa ditebak, hadirnya petunjuk bahwa ilmu pengobatan sudah ada di zaman Ötzi memberikan <i>insight</i> segar tentang sejarah manusia. Di satu sisi tekniknya amat kasar dan sederhana. Akan tetapi di sisi lain, juga menunjukkan salah satu titik awal perkembangan sains kita. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;<br />
<font size="4"><b>Estafet</b></font><br />
&nbsp;</p>
<p>Pastinya, kalau dibandingkan dengan zaman sekarang, &#8220;ilmu pengobatan&#8221; yang dimiliki Ötzi amat jauh dari mumpuni. Malah kalau boleh jujur: terlalu sederhana dan pas-pasan. Akan tetapi, justru itu menunjukkan seberapa jauh kita sudah melangkah. Seiring kemajuan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi bertambah. Pada akhirnya hal itu berbuntut ke dunia medis.</p>
<p>Ada banyak hal yang sudah terjadi sesudah Ötzi meninggal. Misalnya, pada era Yunani Kuno. Pada era ini muncul sosok dokter seperti <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hippocrates">Hipokrates</a>. Hipokrates, lewat pemikirannya meletakkan dasar ilmu kedokteran. Dialah yang pertama kali menyatakan bahwa penyakit manusia bersumber dari alam dan dapat disembuhkan secara logis. Lebih jauh lagi, Hipokrates menetapkan prinsip dasar mengatur kesehatan: apabila orang hendak sehat, maka ia harus menjaga kualitas makanan, minuman, dan gaya hidup.<sup>[<a name="cite-5" href="#fn-5">5</a>]</sup></p>
<p>Kemudian, tak berapa lama setelah peradaban Yunani Kuno digusur Romawi, muncul lagi sosok dokter jenius bernama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Galen">Galen</a>. Galen dikatakan sebagai penyembuh yang memiliki kepahaman lengkap: mulai dari anatomi, fisiologi, sampai sistem syaraf dipelajari olehnya. Karena itu, tidak heran ia dianggap sebagai dokter terbaik di seluruh Romawi. Begitu kuat ajaran dan pengaruhnya sehingga ia mendapat gelar &#8220;Paus Ilmu Kesehatan Eropa&#8221;.<sup>[<a name="cite-5" href="#fn-5">5</a>]</sup></p>
<p>Adapun setelah Romawi runtuh, ajaran Hipokrates dan Galen tidak lantas menghilang &#8212; melainkan disimpan dan dipelajari oleh peradaban Islam Abbasiyah. Melalui warisan tersebutlah, ilmu kedokteran Islam &#8212; yang diujungtombaki oleh <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Avicenna">Ibnu Sina</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rhazes">Ar-Razi</a> &#8212; dapat maju dan berkembang. Kecemerlangan medis zaman ini dicerminkan oleh karya besar Ibnu Sina, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Canon_of_Medicine" title="The Canon of Medicine"><i>Qanun fi Al-Tib</i></a>. Buku yang luar biasa, sebab hingga abad ke-16 masih dipakai sebagai teks kedokteran Universitas Eropa.<sup>[<a name="cite-5" href="#fn-5">5</a>]</sup></p>
<blockquote>
<p align="center"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/09/galenhippocratesavicenna.jpg?w=630" alt="Galen, Hippocrates, Avicenna" border="0"></p>
<p align="center">Plakat Eropa yang mewakili tiga generasi dokter. Kiri ke kanan: Galen, Ibnu Sina, Hipokrates</p>
<p align="center">(courtesy of <a href="http://publicrelations.tums.ac.ir/english/news/detail.asp?newsID=4201">TUMS</a>)</p>
</blockquote>
<p>Proses transmisi ilmu kedokteran tersebut begitu luar biasa; melampaui tiga generasi kerajaan. Jarak waktunya terentang dua ribu tahun: dari Yunani Kuno, kemudian Romawi, dan akhirnya Islam. Masing-masing mempunyai sosok dokter yang berpengaruh besar. Apabila orang hendak meringkas sejarah kedokteran, maka tidak mungkin bisa tanpa menyebut nama tiga serangkai: Hipokrates, Galen, dan Ibnu Sina. Sebab memang sumbangsih mereka tak terbantahkan.</p>
<p>&nbsp;<br />
<font size="4"><b>Menuju Zaman Modern</b></font><br />
&nbsp;</p>
<p>Memasuki era <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Renaissance">Renaissance</a> Eropa, para sarjana mulai menerjemahkan (dan mempelajari ulang) karya kedokteran yang diarsipkan kebudayaan Islam. Salah satunya adalah kitab Ibnu Sina yang terkenal, <i>Qanun fi At-Tib</i>. Melalui catatan Arab itulah, pelajar Eropa mendapatkan kembali <i>insight</i> kedokteran Yunani dan Romawi. Sebagai bonusnya adalah nilai-nilai orisinil yang dikembangkan para dokter Muslim.</p>
<p>Kembalinya ilmu kedokteran ke pangkuan Eropa sekaligus memicu terjadinya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Scientific_revolution">Revolusi Ilmiah</a>; membuka jalan menuju zaman modern yang kita kenal. Langkah pertama dimulai oleh <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Andreas_Vesalius">Andreas Vesalius</a>, dokter Eropa pertama yang melakukan bedah mayat (hal ini sebelumnya dilarang otoritas agama). Hasilnya kemudian dituangkan dalam buku <a href="http://archive.nlm.nih.gov/proj/ttp/flash/vesalius/vesalius.html" title="The Fabric of Human Body"><i>De Humanis Corporis Fabrica</i></a>.<sup>[<a name="cite-6" href="#fn-6">6</a>]</sup></p>
<blockquote>
<p align="center"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/09/vesalius-fabrica-courtesy-of-nih.jpg?w=630" alt="vesalius fabrica" border="0"></p>
<p align="center">Cuplikan karya Vesalius; digambar tahun 1543</p>
<p align="center">(courtesy of <a href="http://archive.nlm.nih.gov/proj/ttp/flash/vesalius/vesalius.html">NIH</a>)</p>
</blockquote>
<p>Kemajuan ilmu fisika, terutama optik, ikut berperan mendorong majunya ilmu kedokteran. Melalui mikroskop generasi awal, ilmuwan seperti <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Robert_Hooke">Hooke</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Antonie_van_Leeuwenhoek">Leeuwenhoek</a> mulai mengamati sel dan bakteri. Peristiwa ini sekaligus memicu berkembangnya teori kedokteran tentang <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Germ_theory_of_disease">kuman</a> &#8212; yakni, bahwa penyakit disebabkan oleh organisme mikro kasatmata.</p>
<p>Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa para pahlawan kedokteran di abad berikutnya adalah yang menangani bibit penyakit. Di sekolah dulu kita belajar tentang <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Louis_Pasteur">Louis Pasteur</a>, dokter yang membuktikan penyakit disebabkan mikroorganisme. Lewat penelitian lebih lanjut, Pasteur merumuskan teknik vaksinasi melawan rabies dan anthrax.</p>
<p>Bapak <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Edward_Jenner">Edward Jenner</a>, ilmuwan asal Inggris, menemukan bahwa penyakit cacar bisa dicegah lewat vaksinasi. Kemudian memasuki abad 20, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Alexander_Fleming">Alexander Fleming</a> menemukan antibiotik. Benar-benar kemajuan yang pesat! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Bolehlah kalau dibilang bahwa, memasuki era modern, teknik pengobatan yang kita miliki sudah maju begitu jauh. Bukan lagi tergantung pada jamur dan obat alami, melainkan lewat sintesis ilmiah di laboratorium.<sup>[<a name="cite-2" href="#fn-2">2</a>]</sup><sup>[<a name="cite-5" href="#fn-5">5</a>]</sup></p>
<p align="center">***</p>
<p>Tentunya, kalau hendak diteruskan, kemajuan ilmu kedokteran tidak berhenti sampai di situ. Masih banyak lagi terobosan yang lain. Mulai dari alat diagnosis berat seperti Rontgen, MRI; lalu pengobatan berbasis nuklir seperti Radioterapi. Bahkan hal sederhana seperti sanitasi pun punya dampak besar &#8212; begitu banyak penyakit bisa tercegah lewat hal &#8216;sepele&#8217; seperti air bersih dan sabun.<sup>[<a name="cite-7" href="#fn-7">7</a>]</sup></p>
<p>Dulu penyakit TBC tak bisa disembuhkan; sekarang sudah ada tablet dan vaksinnya. Dulu penyakit kolera, sifilis, lepra begitu mengerikan &#8212; tetapi sekarang sudah bisa ditangani. Semakin maju ilmu kesehatan, semakin banyak penyakit yang kita tundukkan. Dan kita beruntung dapat menikmati kemajuannya. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;<br />
<font size="4"><b>Penutup: Our Own Charcoal and Mushrooms</b></font><br />
&nbsp;</p>
<p>Akhir Juni lalu, saya menjalani opname di rumah sakit. Mengenai penyakitnya sendiri tidak usah dibicarakan di sini, meskipun begitu, cukuplah kalau dibilang bahwa penyembuhannya makan waktu berbulan-bulan. Dan dapat bonus juga: sempat &#8216;berkenalan&#8217; dengan alat tes canggih seperti MRI dan EMG. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote>
<p align="center"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/09/mri_machine.jpg?w=630" alt="tabung MRI" border="0"></p>
<p align="center">Ini alat langka, tidak semua orang pernah masuk situ!</p>
<p align="center">(via <a href="http://faculty.vassar.edu/abbaird/resources/brain_science/imaging.php">Vassar College</a>)</p>
</blockquote>
<p>Bagusnya, keadaan saya saat ini sudah jauh membaik. Obatnya sudah hampir habis, dan jadwal ketemu dokternya tinggal satu kali lagi. Meskipun begitu pengalaman di rumah sakit itu menimbulkan suatu kesan tersendiri.</p>
<p>Seandainya penyakit saya dialami oleh orang yang hidup di abad 17, bagaimana jadinya? Tanpa listrik, apalagi MRI. Dan lebih jauh lagi tidak ada obat modern yang menyembuhkan. Bukan saja penyakitnya tak bisa disembuhkan &#8212; untuk mendiagnosisnya saja mustahil! <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_surprised.gif' alt=':o' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pada akhirnya, fakta bahwa kita hidup di zaman yang (relatif) merdeka dari gangguan penyakit adalah hal yang harus disyukuri. Di masa kini kita mempunyai alat-alat canggih yang membantu kehidupan, termasuk di antaranya bidang kesehatan. Yang mana, hal ini tidak bisa dilepaskan dari kemajuan ilmu pengetahuan.</p>
<p>Apabila Ötzi si manusia es terpaksa bergantung pada jamur dan arang, maka kita di masa kini punya pilihan <i>jauh</i> lebih luas. Kita punya rumah sakit; kita punya obat dan vaksin; kita punya alat canggih seperti Rontgen dan CT Scan. Lewat perjalanan ribuan tahun, kita telah belajar untuk menaikkan taraf hidup, bersama-sama menghadapi rintangan &#8212; perlahan-lahan, kita menjadi masyarakat yang tangguh dan <i>resourceful</i>.</p>
<p>Meminjam kalimatnya <a href="http://xkcd.com/836/">xkcd</a>,</p>
<blockquote>
<p align="center"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/09/xkcd-sickness-resized.jpg?w=630" alt="xkcd - sickness" border="0"></p>
</blockquote>
<p>&#8212;&#8212;</p>
<p><font size="2"><b>Referensi:</b></font></p>
<p>&nbsp;<br />
<b>[1] <a name="fn-1" href="#cite-1">^</a> </b> Dickson, J.H., et. al. <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1692906/pdf/11205345.pdf">The omnivorous Tyrolean Iceman: colon contents (meat, cereals, pollen, moss and whipworm) and stable isotope analyses</a>. <i>Phil.Trans. R. Soc. Lond. B (2000) 355</i>, 1843-1849</p>
<p><b>[2]</b> <a name="fn-2" href="#cite-2">^</a> Facklam, M., Facklam, H. &amp; Grady, S. (2004). <i>Modern Medicines: The Discovery and Developments of Modern Drugs</i>. New York: Facts on File</p>
<p><b>[3]</b> <a name="fn-3" href="#cite-3">^</a> Capasso, L. (1998). <a href="http://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736%2805%2979939-6/fulltext">5300 years ago, the Ice Man used natural laxatives and antibiotics</a>. <i>Lancet, 352</i>, 1864</p>
<p><b>[4]</b> <a name="fn-4" href="#cite-4">^</a> Dorfer M., Moser, M., et. al. <a href="www.utexas.edu/courses/classicalarch/readings/Iceman_Tattoos.pdf">A medical report from the stone age?</a>. <i>Lancet, 354</i>, 1023–25</p>
<p><b>[5]</b> <a name="fn-5" href="#cite-5">^</a> Magner, L. (2005). <i>A History of Medicine</i> (2nd ed.). Boca Raton, FL: Taylor &amp; Francis</p>
<p><b>[6]</b> <a name="fn-6" href="#cite-6">^</a> Vesalius, A. (1543). <a href="http://archive.nlm.nih.gov/proj/ttp/flash/vesalius/vesalius.html"><i>De Humani Corporis Fabrica</i></a>. Basel: Joannis Oporini</p>
<p><b>[7]</b> <a name="fn-7" href="#cite-7">^</a> Esrey, S.A., Potash, J.B. et. al. (1991). <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2393264/pdf/bullwho00050-0101.pdf">Effects of improved water supply and sanitation on ascariasis, diarrhoea, acunculiasis, hookworm infection, schistosomiasis, and trachoma</a>. <i>Bulletin of the WHO, 69 (5):</i> 609-621</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zenosphere.wordpress.com/866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zenosphere.wordpress.com/866/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zenosphere.wordpress.com/866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zenosphere.wordpress.com/866/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zenosphere.wordpress.com/866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zenosphere.wordpress.com/866/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zenosphere.wordpress.com/866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zenosphere.wordpress.com/866/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zenosphere.wordpress.com/866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zenosphere.wordpress.com/866/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zenosphere.wordpress.com/866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zenosphere.wordpress.com/866/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zenosphere.wordpress.com/866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zenosphere.wordpress.com/866/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenosphere.wordpress.com&amp;blog=18388705&amp;post=866&amp;subd=zenosphere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zenosphere.wordpress.com/2011/09/27/otzi-and-the-march-of-medicinal-science/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c4a3b530f2b3d759918a0942cb2206a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sora9n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/09/oetzi-wikipe.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Oetzi the Iceman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/09/oetzi_mushroom.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Oetzi&#039;s mushroom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/09/galenhippocratesavicenna.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Galen, Hippocrates, Avicenna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/09/vesalius-fabrica-courtesy-of-nih.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">vesalius fabrica</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/09/mri_machine.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabung MRI</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/09/xkcd-sickness-resized.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">xkcd - sickness</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Mengintip&#8221; Hakikat Lewat Nasrudin Hoja</title>
		<link>http://zenosphere.wordpress.com/2011/05/25/mengintip-hakikat-lewat-nasrudin-hoja/</link>
		<comments>http://zenosphere.wordpress.com/2011/05/25/mengintip-hakikat-lewat-nasrudin-hoja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 May 2011 14:11:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sora9n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Philosophy]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[mistisisme]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrudin Hodja]]></category>
		<category><![CDATA[sufi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zenosphere.wordpress.com/?p=830</guid>
		<description><![CDATA[Catatan: Referensi untuk kisah Nasrudin tersedia di bagian akhir tulisan &#160; Sepanjang sejarah dunia, ada banyak tokoh yang diceritakan sebagai &#8220;tukang bercanda&#8221; &#8212; atau kalau boleh dibilang, &#8220;tidak pernah serius&#8221;. Mengenai hal ini ada banyak contohnya. Misalnya, di Jerman terdapat Till Eulenspiegel. Kalau di Arab yang terkenal Abu Nawas, sementara di budaya Yahudi Hershel Ostropol. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenosphere.wordpress.com&amp;blog=18388705&amp;post=830&amp;subd=zenosphere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol><b>Catatan:</b> Referensi untuk kisah Nasrudin tersedia di <a href="#nasruddin-ref">bagian akhir tulisan</a></ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sepanjang sejarah dunia, ada banyak tokoh yang diceritakan sebagai &#8220;tukang bercanda&#8221; &#8212; atau kalau boleh dibilang, &#8220;tidak pernah serius&#8221;. Mengenai hal ini ada banyak contohnya. Misalnya, di Jerman terdapat <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Till_Eulenspiegel">Till Eulenspiegel</a>. Kalau di Arab yang terkenal <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Abu_Nawas">Abu Nawas</a>, sementara di budaya Yahudi <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hershele_Ostropoler">Hershel Ostropol</a>. Orang-orang semacam ini digambarkan hobi mengusili masyarakat sekitar. Saking hobinya, sedemikian hingga mencapai status legendaris&#8230; oleh karena itu tidak heran jika di masa kini <i>pun</i> banyak kisah diceritakan tentang mereka.</p>
<p>Nah, salah satu sosok &#8220;tukang bercanda&#8221; yang masuk dalam sejarah itu adalah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nasreddin">Nasrudin Hoja</a>. Beliau digambarkan sebagai guru Sufi yang hidup di Turki pada abad 13 Masehi. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote>
<p align="center"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/05/nasruddin-hodja.jpg?w=630" alt="nasruddin hodja" border="0"></p>
<p align="center">Nasruddin Hoja digambarkan sedang menunggang keledai</p>
<p align="center">(via <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Nasreddin.jpg">Wikipedia</a>)</p>
</blockquote>
<p><span id="more-830"></span></p>
<p>Mengenai Nasrudin sendiri ceritanya agak unik. Syahdan, sebagai seorang sufi, masyarakat memandang dirinya punya kepahaman agama. Meskipun begitu, ini tidak berarti dia benar-benar dihormati masyarakat. Justru sebaliknya: Nasrudin adalah orang yang amat sering dikerjai &#8212; dan balik mengerjai &#8212; lingkungan sekitarnya. Baik itu secara verbal maupun fisik. Pada akhirnya hal itu membuat Nasrudin dapat reputasi sebagai &#8220;orang yang tak pernah serius&#8221;.</p>
<p>Akan tetapi, apakah Nasrudin itu orangnya sekadar usil? Jawabannya&#8230; tidak juga. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  Galibnya seorang guru, keusilan yang dilakukan Nasrudin sering mengandung pesan tersirat. Banyak di antara humornya <i>nyerempet</i> <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Metaphysics">metafisika</a> dan hakikat yang digeluti kaum Sufi. Boleh dibilang bahwa kisah Nasrudin sebenarnya mempunyai muatan filosofis yang dalam.</p>
<p>Sebagai contoh, tidak semua hal itu seperti yang &#8220;tampak di luarnya&#8221; &#8212; topik ini berulangkali ditekankan oleh humor Nasrudin. Lebih jauh lagi: bahwasanya persepsi itu rancu, dan bahasa sering tidak cukup untuk menjelaskan kenyataan! <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_eek.gif' alt=':shock:' class='wp-smiley' />  </p>
<p>Nah loh, bingung kan? <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />   Seperti apa ceritanya, akan segera kita lihat di bawah ini. <i>Here goes&#8230;</i></p>
<p>&nbsp;<br />
<font size="4"> <b>Sang Hoja dan Hakikat</b></font></p>
<p>&nbsp;<br />
Sebagaimana sudah disebut, salah satu <i>concern</i> yang dibahas dalam cerita Nasrudin adalah tentang persepsi. Bahwasanya orang sering terpaku pada &#8220;sisi luar&#8221; suatu benda. Sementara esensinya, <i>hal yang harusnya jadi fokus</i>, justru tidak tersentuh. Mengenai hal ini biasanya diparodikan lewat kelakuan sang guru.</p>
<p>Salah satu kisah Nasrudin menjelaskan ketika ia bertemu tetangga di pasar.</p>
<blockquote><p>&#8220;Mullah, Anda tampak memar-memar! Ada apa, apa yang terjadi?&#8221;</p>
<p>&#8220;Istriku sedang marah tadi malam. Semua pakaian dan isi lemari dilempar!&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi itu kan cuma pakaian?&#8221;</p>
<p>&#8220;Masalahnya aku sedang memakai bajuku&#8230;&#8221;
</p></blockquote>
<p>Di sini kita melihat bagaimana Nasrudin mencampurkan antara &#8220;baju&#8221; dan &#8220;orang yang memakai&#8221;. Sekilas logikanya benar: <b>(1)</b> bahwa semua baju dilempar, <b>(2)</b> termasuk semua baju milik Nasrudin, dan <b>(3)</b> bahwa yang dipakai Nasrudin malam itu adalah <i>baju miliknya</i>. Oleh karena itu: Nasrudin <i>pun</i> ikut dilempar! <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Akan tetapi bagi orang keseharian, sepertinya ada yang aneh. Kalau baju dilempar, kenapa dia yang terluka, atau sebagainya. Padahal sebenarnya tidak. Dengan satu atau lain cara, humor Nasrudin menunjukkan suatu <i>bug</i> yang terdapat dalam cara berpikir kita.</p>
<p><i>What is Nasrudin&#8217;s cloth without Nasrudin?</i> Nah, ini pertanyaan yang susah untuk dijawab. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="center">***</p>
<p>Contoh lain tentang keluguan Nasrudin yang <i>profound</i> juga terdapat dalam kisah berikut. Ceritanya terjadi di malam hari, ketika Nasrudin menjelang tidur.</p>
<blockquote><p>Mullah Nasrudin, mendengar suara berisik dalam rumah, memutuskan untuk mengintip. Dilihatnya seorang pencuri sedang memasukkan barang-barang ke dalam kantong, hampir semua sudah disikat.</p>
<p>Tak berapa lama si pencuri memutuskan kabur. Nasrudin mengikuti berjingkat-jingkat di belakangnya.</p>
<p>Sampai beberapa kilometer masih mengikuti&#8230; akhirnya si pencuri sadar kehadiran Nasrudin.</p>
<p>&#8220;Hei! Kenapa kamu mengikutiku!&#8221;</p>
<p>Mullah, dengan tampang terkejut: &#8220;Lho, kita kan sedang pindah rumah!&#8221;
</p></blockquote>
<p>Tentunya di sini timbul pertanyaan: kenapa Nasrudin menjawab seperti di atas?</p>
<p>Untuk mudahnya, coba kita bayangkan seperti berikut. Di dalam rumah ada dua orang pria, yang satu pemilik rumah. Sesudah selesai membuntel barang, mereka berdua pergi jalan kaki. Kira-kira, situasi apa yang sedang berlangsung?</p>
<p>Bagi orang yang tidak tahu apa-apa, tentu saja jawabannya intuitif: <i>Mereka sedang pindah rumah!</i> Lihat saja tuan rumah mengawasi di belakang, tidak marah. Lalu mereka <i>jalan berdua</i> sesudahnya. Jadi tidak mungkin itu tindak kriminal. Kan begitu? <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sejatinya, ketika menjawab &#8220;kita sedang pindah rumah&#8221;, Nasrudin sedang menyiratkan bahwa <b>tampaknya memang seperti itu</b>. Manusia menilai sesuatu sering mengacu pada luarnya. Tampaknya seperti ini, tampaknya seperti itu. Sementara peristiwa aslinya&#8230; boleh jadi amat berbeda.</p>
<p>Di sini Nasrudin menunjukkan bahwa citra yang tampak itu superfisial. Apabila citranya dimanipulasi, maka melesetlah kesimpulannya. Hakikat sesuatu hal <i>belum tentu sama</i> dengan kelihatannya &#8212; ini dia hal yang penting. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mirip cerita sebelumnya, humor Nasrudin di sini menunjukkan adanya <i>bug</i> dalam pemikiran kita sehari-hari. Ternyata memahami hakikat itu rumit! <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;<br />
<font size="4"><b>Sang Hoja dan Kesempurnaan</b></font><br />
&nbsp;</p>
<p>Sebagaimana telah diuraikan di atas, Nasrudin adalah sosok yang menyerang superfisialitas. Orang sering terpaku pada <b>ide akan sesuatu hal</b> &#8212; alih-alih pada <b>hal yang sedang dibicarakan</b>. Pada akhirnya mereka jadi terjebak dengan deskripsi. Melulu bermain kata, persepsi, dan ide. Sementara pokok bahasan aslinya justru terlupa.</p>
<p>Sebagai contoh misalnya tentang kesempurnaan. Kita punya banyak ide bagaimana agar dunia itu &#8220;sempurna&#8221;. Akan tetapi, apakah pendapat itu valid? Seringnya <i>sih</i> kesempurnaan versi kita itu sifatnya superfisial. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mengenai hal ini tidak luput dari sindiran Nasrudin.</p>
<blockquote><p>
Mullah Nasrudin sedang beristirahat di bawah pohon ceri, mengamati alam sekitar.</p>
<p>&#8220;Aku tahu Allah Maha Sempurna,&#8221; gumam Nasrudin. &#8220;Tetapi kenapa <i>kok</i> pohon ceri begini besar buahnya kecil? Sementara tanaman labu buahnya besar, tapi pohonnya kecil.&#8221;</p>
<p>Tenggelam dalam pikiran, Mullah tertidur di bawah pohon. Tiba-tiba saja ada buah ceri jatuh &#8212; <i>langsung</i> menimpa kepala sang Mullah!</p>
<p>&#8220;Allah Maha Besar!&#8221; teriak Nasrudin, terbangun sambil gagap. &#8220;Bayangkan seandainya buah labu jatuh dari pohon, menimpa kepalaku! Pasti aku sudah tewas!&#8221;
</p></blockquote>
<p>Lewat kisah di atas, kita melihat bahwa Nasrudin mengupas gagasan &#8220;kesempurnaan&#8221; yang dangkal. Apakah &#8220;kesempurnaan&#8221; itu? Tidak lain sekadar pikir-pikiran manusia. Bahwa sesuatu itu harusnya begini-atau-begitu. Sementara di sisi lain, dunia terus berjalan, dan siap membalikkan asumsi-asumsi.</p>
<p>Masalahnya akal manusia itu terbatas &#8212; banyak hal yang sering terlewat dari perhitungan. Oleh karena itu, sungguh naif kalau kita merasa bisa menyempurnakan dunia. <i>Bagaimana bisa menyempurnakan dunia kalau pandangan kita saja tak sempurna?</i> <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':-?' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Cerita lain memiliki tema yang mirip, tetapi situasinya dibalik:</p>
<blockquote><p>
Suatu sore Mullah Nasrudin sedang mengobrol dengan sang istri.</p>
<p>&#8220;Hari ke hari, aku makin kagum pada penciptaan alam. Semua selaras untuk kesejahteraan manusia.&#8221;</p>
<p>&#8220;Contohnya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku bersyukur unta tidak punya sayap.&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa untungnya itu bagi kita?&#8221;</p>
<p>&#8220;Coba pikirkan! Kan bisa saja mereka mendarat di atap rumah, lalu tak peduli dengan kerusakan yang mereka timbulkan.&#8221;
</p></blockquote>
<p>Apabila cerita sebelumnya mengetengahkan komplain akan <i>what is</i>, maka yang kali ini mengetengahkan kepuasan. Alam ini sudah <i>perfect</i>, demikian simpul Nasrudin. Dan itu cukup &#8212; coba saja bayangkan kalau unta punya sayap! <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Akan tetapi, benarkah demikian? Kalau dipikir lagi, sebenarnya tidak juga. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Taruhlah seandainya benar ada unta bersayap. Kan justru bisa memudahkan perjalanan? Barangkali dari Turki, Nasrudin bisa pergi haji naik unta terbang. Bisa juga unta bersayap itu dipakai untuk menyebarkan zakat. Atau barangkali untuk bantu bela negara. Jadi ada potensi yang terlihat di situ. Walaupun memang bakal <i>repot sekali</i> kalau mesti mengurusi unta terbang &#8212; bagaimana pula membersihkan kotorannya? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Akan tetapi, masalahnya bukan itu. Masalahnya adalah kalau kita <b>berusaha mengotak-ngotakkan alam semesta menurut persepsi kita</b>. Sebagaimana telah disebut sebelumnya: alam semesta selalu siap membalikkan asumsi-asumsi. Kesalahan kita adalah kalau kita terlalu terpaku pada asumsi. Sedemikian hingga jadi lupa bahwa yang dunia dibicarakan itu&#8230; ya tidak peduli. Jalan terus. <i>Indifferent</i>.</p>
<p>Dan memang terjebak dalam asumsi itu berbahaya. Mengenai hal ini Mullah Nasrudin punya cerita lagi yang bisa direnungkan. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>
Dalam suatu majelis, seorang jamaah bertanya ke Mullah Nasrudin. </p>
<p>&#8220;Mullah, apa itu nasib?&#8221;</p>
<p>&#8220;Nasib itu asumsi-asumsi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Maksudnya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Begini,&#8221; Nasrudin menatap si jamaah dengan serius. &#8220;Kalau kamu berasumsi suatu kejadian baik akan terjadi, tapi tidak terjadi &#8212; kamu menyebutnya &#8216;nasib buruk&#8217;. Kalau kamu berasumsi kejadian buruk akan terjadi, tapi tidak terjadi &#8212; kamu menyebutnya &#8216;nasib baik&#8217;.</p>
<p>&#8220;Kamu berasumsi hal-hal X dan Y akan terjadi, tapi kamu tidak tahu masa depan &#8212; kalau kamu salah tebak, maka kamu menyebutnya &#8216;nasib&#8217;.&#8221;
</p></blockquote>
<p>Jadi, yah, begitulah&#8230; <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;<br />
<font size="4"><b>Penutup: Sang Guru Sufi <i>Nyeleneh</i></b></font><br />
&nbsp;</p>
<p>Bahwa Nasrudin itu sosok yang unik, barangkali susah untuk disangkal. Benar bahwa ia adalah seorang guru. Meskipun begitu, kalau orang mengikuti sepak-terjangnya, barangkali akan ragu: Dalam kebodohannya ia menyembunyikan kepintaran; dalam kepintaran ia menunjukkan kebodohan. Boleh dibilang bahwa Nasrudin merupakan perwujudan sosok <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wise_fool"><i>wise fool</i></a>. </p>
<p>Beberapa pembaca mungkin agak terganggu membaca deskripsi di atas. Bagaimanapun memang penuh dengan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Oxymoron">oksimoron</a>. Ini bukan karena saya ingin membuat Anda bingung &#8212; masalahnya, amat susah untuk mendeskripsikan Nasrudin tanpa berbelit. Sebab memang yang dibicarakan oleh beliau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mysticism">sifatnya di luar logika</a>.</p>
<p>Itu bukan berarti Nasrudin itu anti-logika, tentu. Sebagaimana sudah kita uraikan, kisah Nasrudin itu logis. Hanya saja logika di situ lebih berperan sebagai pengantar. Intinya sendiri bukan pada deskripsi &#8212; melainkan pada <b>hakikat</b>. <i>What is between the line? What is beyond context?</i> Itu dia masalah yang pentingnya. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Terkadang, lewat anekdot yang naif, bisa muncul <i>insight</i> filosofis mendalam. Atau bisa juga sebaliknya: anekdot yang cerdas sekalipun bisa saja dipersepsi sebagai kebodohan. Di sinilah peran Nasrudin Hoja, sebagai seorang guru, selalu aktif membantu kita.</p>
<p>Jangan heran kalau suatu saat nanti seolah ada lampu menyala dalam benak, lalu mendadak kita terheran-heran sendiri: <i>Wait, what the hell was I doing! It&#8217;s not paradox; it&#8217;s not even dichotomy!</i> Yang semacam ini susah untuk dijelaskan. Harus dialami sendiri supaya bisa mengerti! <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><i>And, with that signoff note&#8230;</i></p>
<blockquote><p><i>&#8220;That, of course, is the great secret of the successful fool &#8212; that he is no fool at all.&#8221;</i></p>
<p>~ <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Isaac_Asimov">Isaac Asimov</a><br />
(dalam &#8220;Asimov&#8217;s Guide to Shakespeare&#8221;, Volume II)</p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;<br />
&#8212;&#8212;</p>
<p><a name="nasruddin-ref"><b>Referensi Kisah Nasrudin:</b></a></p>
<ul>
<p><b>(online)</b></p>
<li><a href="http://www.pitt.edu/~dash/hodja.html">Arsip Nasruddin Hodja @ Universitas Pittsburgh</a></li>
<li><a href="http://en.wikibooks.org/wiki/Sufism/Nasrudin">Mullah Nasruddin @ WikiBooks</a></li>
</ul>
<ul>
<p><b>(buku)</b></p>
<li>Borrow, George. 1884. <i>The Turkish Jester</i>. Ipswich: W. Webber<br />
(tersedia di <a href="http://www.gutenberg.org/ebooks/16244">Project Gutenberg</a>)</li>
<li>Owadally, M.Y. (terj.). 2003. <i>Parodi Sufi: Nasruddin Hodja, Surat Ke Baghdad</i>. Bandung: Nuansa</li>
<li>Shah, Idries (terj.). 2000. <i>Humor Sufi 1-3</i>. Jakarta: Pustaka Firdaus</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zenosphere.wordpress.com/830/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zenosphere.wordpress.com/830/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zenosphere.wordpress.com/830/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zenosphere.wordpress.com/830/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zenosphere.wordpress.com/830/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zenosphere.wordpress.com/830/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zenosphere.wordpress.com/830/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zenosphere.wordpress.com/830/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zenosphere.wordpress.com/830/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zenosphere.wordpress.com/830/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zenosphere.wordpress.com/830/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zenosphere.wordpress.com/830/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zenosphere.wordpress.com/830/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zenosphere.wordpress.com/830/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenosphere.wordpress.com&amp;blog=18388705&amp;post=830&amp;subd=zenosphere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zenosphere.wordpress.com/2011/05/25/mengintip-hakikat-lewat-nasrudin-hoja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c4a3b530f2b3d759918a0942cb2206a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sora9n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/05/nasruddin-hodja.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nasruddin hodja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sunday Music File: Tangerine Dream, &#8220;Melrose&#8221; (1990)</title>
		<link>http://zenosphere.wordpress.com/2011/05/08/sunday-music-file-tangerine-dream-melrose-1990/</link>
		<comments>http://zenosphere.wordpress.com/2011/05/08/sunday-music-file-tangerine-dream-melrose-1990/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 May 2011 13:34:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sora9n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[ambient]]></category>
		<category><![CDATA[electronica]]></category>
		<category><![CDATA[Melrose]]></category>
		<category><![CDATA[new age]]></category>
		<category><![CDATA[Private Music]]></category>
		<category><![CDATA[Tangerine Dream]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zenosphere.wordpress.com/?p=823</guid>
		<description><![CDATA[Album: Melrose Musisi: Tangerine Dream Label: Private Music Tahun: 1990 Kalau boleh jujur, saya orangnya cukup tertarik pada musik instrumental. Alat musiknya sendiri terserah saja &#8212; tradisional boleh, klasik boleh; synthesizer juga tak apa. Yang penting eksekusinya bagus saja sih. Akibatnya sendiri cukup jelas: koleksi yang saya punya di harddisk jadi gado-gado nyeleneh. Piano klasik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenosphere.wordpress.com&amp;blog=18388705&amp;post=823&amp;subd=zenosphere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p align="center"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/05/td-melrose-cover.jpg?w=630" border="1" alt="Tangerine Dream - Melrose (album cover)"></p>
<ul>
<ul>
<ul>
<ul>
<ul>
<ul>
<ul>
<ul>
<li><b>Album:</b> Melrose</li>
<li><b>Musisi:</b> Tangerine Dream</li>
<li><b>Label:</b> Private Music</li>
<li><b>Tahun:</b> 1990</li>
</ul>
</ul>
</ul>
</ul>
</ul>
</ul>
</ul>
</ul>
</blockquote>
<p>Kalau boleh jujur, saya orangnya cukup tertarik pada musik instrumental. Alat musiknya sendiri terserah saja &#8212; tradisional boleh, klasik boleh; <i>synthesizer</i> juga tak apa. Yang penting eksekusinya bagus saja <i>sih</i>. Akibatnya sendiri cukup jelas: koleksi yang saya punya di harddisk jadi gado-gado <i>nyeleneh</i>. Piano klasik <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Glenn_Gould">Glenn Gould</a> ada; musik etnik <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Chieftains">The Chieftains</a> juga ada. Pokoknya semacam itulah. ^^;</p>
<p>Nah, sejalan dengan itu, album yang hendak dibahas kali ini juga memiliki gaya instrumental. Dirilis dengan judul <i>Melrose</i>, album ini merupakan produk musisi <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tangerine_Dream">Tangerine Dream</a> pada dekade 1990-an.</p>
<p>	<span id="more-823"></span></p>
<p>Barangkali ada beberapa pembaca yang kurang akrab dengan nama musisi yang disebut. Oleh karena itu, ada baiknya dibahas sekilas sebagai pengantar.</p>
<p>Tangerine Dream adalah sebuah grup musik <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Electronica"><i>electronica</i></a> asal Jerman yang mulai berkarir di tahun 1967. Boleh dibilang bahwa mereka termasuk musisi elektronika paling awal; mempopulerkan penggunaan <i>synthesizer</i> di dunia musik. Gaya musik mereka sendiri cukup unik &#8212; memasukkan gaya orkestra (dengan suara berlapis-lapis) dalam <i>synthesizer</i>. Bersama dengan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jean_Michel_Jarre">Jean Michel Jarre</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vangelis">Vangelis</a>, Tangerine Dream dianggap sebagai pionir gaya bermusik jenis ini.</p>
<p>Meskipun demikian, seiring berjalannya waktu, musik Tangerine Dream mulai berevolusi. Sedemikian hingga di dekade 1990-an musiknya tidak lagi <a href="http://zenosphere.wordpress.com/2011/02/13/sunday-music-file-jean-michel-jarre-revolutions-1988/">orkestra elektronik macam Jarre</a> &#8212; melainkan lebih dekat ke <i>ambient-downtempo</i>. Musik yang umumnya dipakai sebagai latar atau sarana relaksasi; jadinya agak mirip dengan <a href="http://zenosphere.wordpress.com/2011/03/20/sunday-music-file-various-artists-cafe-del-mar-xvi-2009/">Cafe Del Mar</a>.</p>
<p>Bisa ditebak, semangat &#8216;musik relaksasi&#8217; itu kemudian terasa dalam album <i>Melrose</i>. Album yang dirilis tahun 1990 ini cenderung <i>smooth</i> dengan bumbu <i>beat</i> yang manis di sana-sini. Sebagai contoh <i>track</i> yang berjudul <i>Electric Lion</i>.</p>
<blockquote>
<p align="center"><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://zenosphere.wordpress.com/2011/05/08/sunday-music-file-tangerine-dream-melrose-1990/"><img src="http://img.youtube.com/vi/rlTDIFWu5C8/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p align="center"><i>Tangerine Dream &#8211; Electric Lion</i></p>
</blockquote>
<p>Di sisi lain, ada juga <i>track</i> yang agak lebih <i>upbeat</i> dan bersemangat, biarpun masih dekat ke <i>lounge music</i>. Dua contoh di antaranya <i>Melrose</i> dan <i>Rolling Down Cahuenga</i>.</p>
<blockquote>
<p align="center"><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://zenosphere.wordpress.com/2011/05/08/sunday-music-file-tangerine-dream-melrose-1990/"><img src="http://img.youtube.com/vi/dyHwa0frRng/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p align="center"><i>Tangerine Dream &#8211; Melrose</i></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p align="center"><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://zenosphere.wordpress.com/2011/05/08/sunday-music-file-tangerine-dream-melrose-1990/"><img src="http://img.youtube.com/vi/oUzQRMeKDNA/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p align="center"><i>Tangerine Dream &#8211; Rolling Down Cahuenga</i></p>
</blockquote>
<p>Sementara itu contoh yang minimalis terdapat di <i>track</i> terakhir di album ini, <i>Cool at Heart</i>. Boleh dibilang sangat cocok untuk <del>memalaskan diri</del> diam sambil melamun. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  *halah*</p>
<blockquote>
<p align="center"><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://zenosphere.wordpress.com/2011/05/08/sunday-music-file-tangerine-dream-melrose-1990/"><img src="http://img.youtube.com/vi/-NXd3P437no/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p align="center"><i>Tangerine Dream &#8211; Cool at Heart</i></p>
</blockquote>
<p>Adapun secara pribadi, saya menilai keseluruhan album ini cenderung seimbang antara <i>upbeat</i> dan <i>downtempo</i>. Meskipun begitu, intinya tetap: <i>style</i> yang dihadirkan tak jauh-jauh dari <i>lounge music</i> atau <i>new age</i>.</p>
<p>&nbsp;<br />
<font size="2"><b>Tracklist:</b></font></p>
<ol>
<li>Melrose (5:44)</li>
<li>Three Bikes in the Sky (5:58)</li>
<li>Dolls in the Shadow (5:10)</li>
<li>Yucatan (5:16)</li>
<li>Electric Lion (8:13)</li>
<li>Rolling Down Cahuenga (6:43)</li>
<li>Art of Vision (5:30)</li>
<li>Desert Train (10:17)</li>
<li>Cool at Heart (6:09)</li>
</ol>
<p>&nbsp;<br />
<font size="2"><b>Rekomendasi:</b></font></p>
<p>Buat yang suka mendengarkan <i>lounge music</i> atau <i>new age</i>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zenosphere.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zenosphere.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zenosphere.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zenosphere.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zenosphere.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zenosphere.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zenosphere.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zenosphere.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zenosphere.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zenosphere.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zenosphere.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zenosphere.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zenosphere.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zenosphere.wordpress.com/823/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenosphere.wordpress.com&amp;blog=18388705&amp;post=823&amp;subd=zenosphere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zenosphere.wordpress.com/2011/05/08/sunday-music-file-tangerine-dream-melrose-1990/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c4a3b530f2b3d759918a0942cb2206a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sora9n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/05/td-melrose-cover.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tangerine Dream - Melrose (album cover)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bassai Dai</title>
		<link>http://zenosphere.wordpress.com/2011/05/06/bassai-dai/</link>
		<comments>http://zenosphere.wordpress.com/2011/05/06/bassai-dai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 May 2011 12:50:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sora9n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[bassai dai]]></category>
		<category><![CDATA[bela diri]]></category>
		<category><![CDATA[karate]]></category>
		<category><![CDATA[kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zenosphere.wordpress.com/?p=815</guid>
		<description><![CDATA[Waktu masih SMA dulu, saya sempat beberapa waktu ikut latihan karate (tidak begitu jauh; cuma setahun dan sampai sabuk hijau). Meskipun cuma sebentar, tetapi latihannya cukup berkesan &#8212; sedemikian hingga saya jadi suka iseng jalan-jalan di YouTube dan search video karate. Sekalian menyegarkan ingatan, begitu. Nah, salah satu jenis video karate yang saya suka nonton [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenosphere.wordpress.com&amp;blog=18388705&amp;post=815&amp;subd=zenosphere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu masih SMA dulu, saya sempat beberapa waktu ikut latihan karate (tidak begitu jauh; cuma setahun dan sampai sabuk hijau). Meskipun cuma sebentar, tetapi latihannya cukup berkesan &#8212; sedemikian hingga saya jadi suka iseng jalan-jalan di <i>YouTube</i> dan <i>search</i> video karate. Sekalian menyegarkan ingatan, begitu. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah, salah satu jenis video karate yang saya suka nonton adalah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Karate_kata"><i>kata</i></a>. Atau dalam istilah awamnya: rangkaian gerakan yang harus dihafalkan dan diperagakan oleh seorang karateka. Adapun kerumitan <i>kata</i> dikelompokkan berdasarkan tingkat; semakin tinggi level pelajaran maka akan semakin sulit dan kompleks.</p>
<p>Saya sendiri, berhubung sampai akhir berstatus relatif <i>kroco</i>, cuma pernah belajar sampai <i>kata</i> IV. Akan tetapi berhubung latihannya tidak dipisah, jadinya sering <i>nonton</i> para senior latihan. Dan dari situ jadi tahu sebuah <i>kata</i> yang &#8212; entah kenapa &#8212; selalu <i>bikin</i> kagum tiap kali saya melihatnya. Sebagaimana bisa ditebak namanya persis seperti yang dijadikan judul posting: <i>Bassai Dai</i> (披塞大). </p>
<p><span id="more-815"></span></p>
<p>Kalau boleh dibilang gerakannya sangat mengedepankan <i>power</i> dan <i>flow</i>. Saya kurang tahu dengan bagaimana di cabang bela diri lain, <i>sih</i>. Kalau ada pembaca yang tahu sebagai perbandingan, <i>monggo</i> berbagi link/videonya di tempat komentar. ^^v</p>
<blockquote>
<p align="center"><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://zenosphere.wordpress.com/2011/05/06/bassai-dai/"><img src="http://img.youtube.com/vi/F8I4Q-nNvAY/2.jpg" alt="" /></a></span> </p>
<p align="center"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hirokazu_Kanazawa">Hirokazu Kanazawa</a> (Dan 10) &#8211; Bassai Dai</p>
</blockquote>
<blockquote>
<p align="center"><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://zenosphere.wordpress.com/2011/05/06/bassai-dai/"><img src="http://img.youtube.com/vi/ilnYCU2_-1Y/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p align="center">versi Antonio Diaz (WKF Champion 2010)</p>
</blockquote>
<blockquote>
<p align="center"><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://zenosphere.wordpress.com/2011/05/06/bassai-dai/"><img src="http://img.youtube.com/vi/zneLmz5pW9o/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p align="center">Norio Kawasaki &#8211; Bassai Dai</p>
</blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8212;&#8212;</p>
<p><b>Ps:</b></p>
<p>Tulisan ringan untuk mengisi posting, soalnya mood menulis <a href="http://zenosphere.wordpress.com/2011/04/11/quick-note-news/">belum balik</a> sepenuhnya. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zenosphere.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zenosphere.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zenosphere.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zenosphere.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zenosphere.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zenosphere.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zenosphere.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zenosphere.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zenosphere.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zenosphere.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zenosphere.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zenosphere.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zenosphere.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zenosphere.wordpress.com/815/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenosphere.wordpress.com&amp;blog=18388705&amp;post=815&amp;subd=zenosphere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zenosphere.wordpress.com/2011/05/06/bassai-dai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c4a3b530f2b3d759918a0942cb2206a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sora9n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sunday Book Review: &#8220;The Writing Revolution&#8221;, by A.E. Gnanadesikan (2009)</title>
		<link>http://zenosphere.wordpress.com/2011/05/01/sunday-book-review-the-writing-revolution-by-a-e-gnanadesikan-2009/</link>
		<comments>http://zenosphere.wordpress.com/2011/05/01/sunday-book-review-the-writing-revolution-by-a-e-gnanadesikan-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 12:03:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sora9n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[aksara]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa tulis]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[The Writing Revolution]]></category>
		<category><![CDATA[Wiley-Blackwell]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zenosphere.wordpress.com/?p=800</guid>
		<description><![CDATA[Judul: The Writing Revolution: Cuneiform to the Internet Penulis: Amalia E. Gnanadesikan Penerbit: Wiley-Blackwell Tebal: xx + 310 halaman Tahun: 2009 Barangkali kalau boleh dibilang, hampir semua cerita, sejarah, dan ilmu pengetahuan kita direkam berbentuk buku. Mulai dari epik Yunani Kuno, drama Shakespeare, sampai Principia Mathematica Isaac Newton, semua dirangkum berbentuk buku. Masalahnya tinggal apakah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenosphere.wordpress.com&amp;blog=18388705&amp;post=800&amp;subd=zenosphere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p align="center"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/05/writing-revolution-cover.jpg?w=630" alt="A.E. Gnanadesikan - The Writing Revolution (cover)" border="0"></p>
<ul>
<ul>
<ul>
<ul>
<li><b>Judul:</b> <i>The Writing Revolution: Cuneiform to the Internet</i></li>
<li><b>Penulis:</b> Amalia E. Gnanadesikan</li>
<li><b>Penerbit:</b> Wiley-Blackwell</li>
<li><b>Tebal:</b> xx + 310 halaman</li>
<li><b>Tahun:</b> 2009</li>
</ul>
</ul>
</ul>
</ul>
</blockquote>
<p>Barangkali kalau boleh dibilang, hampir semua cerita, sejarah, dan ilmu pengetahuan kita direkam berbentuk buku. Mulai dari epik Yunani Kuno, drama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/William_Shakespeare">Shakespeare</a>, sampai <i>Principia Mathematica</i> <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Isaac_Newton">Isaac Newton</a>, semua dirangkum berbentuk buku. Masalahnya tinggal apakah orang bisa membaca (atau menulis) ilmu-ilmu yang berguna tersebut. Kemampuan membaca dan menulis ibaratnya kunci menuju pengetahuan yang beragam.</p>
<p>Nah, buku yang hendak saya <i>review</i> kali ini membahas topik yang disebut terakhir. Disadari atau tidak, sebenarnya kemampuan baca-tulis adalah hal yang <i>amat</i> signifikan. Sebagai contoh, dengan menguasai aksara orang dapat merekam perjalanan hidup, administrasi, dan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu wajar jika orang bertanya: &#8220;Bagaimana <i>sih</i> ceritanya peradaban manusia berkembang, hingga bisa menemukan ilmu membaca dan menulis?&#8221; <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pertanyaan inilah yang coba dijawab oleh penulis A.E. Gnanadesikan &#8212; seorang ahli bahasa lulusan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/University_of_Massachusetts_Amherst">Universitas Massachusetts Amherst</a>. Lewat buku ini beliau seolah mengajak pembacanya bertualang di bidang arkeologi; menelusuri perkembangan aksara dari zaman kuno hingga era modern.</p>
<p><span id="more-800"></span></p>
<p>&nbsp;<br />
<font size="4"><b>Seperti apa ceritanya?</b></font></p>
<p>&nbsp;<br />
Berbicara tentang tulisan, tentu pertama kali harus ditanyakan: mengapa orang menulis? Menurut Ibu Gnanadesikan, hal ini terjadi karena orang merasa perlu <i>mencatat</i> berbagai hal yang dirasa penting. Sebagai contoh catatan perdagangan, nama penguasa yang aktif, dan lain sebagainya. Kasar-kasarnya: melalui tulisan orang jadi belajar untuk mengabadikan peristiwa dan ide.</p>
<p>Bisa ditebak, kebutuhan untuk mencatat itu kemudian menstimulasi munculnya huruf/aksara yang paling awal. Biarpun bentuknya sederhana tetapi cukup bisa mewakili kebutuhan mencatat. Sebagai contoh huruf paku Sumeria. Biarpun sekadar torehan tanah liat tetapi bisa mewakili ide-ide yang kompleks. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote>
<p align="center"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/01/z-resized-susa-tablet.jpg?w=300" alt="tablet huruf paku susa, mesopotamia" border="0"></p>
<p align="center"><i>Konon isinya tentang administrasi. Benarkah?</p>
<p align="center">(via <a href="http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Economic_tablet_Susa_Louvre_Sb3047.jpg">Wikimedia Commons</a>)</p>
<p></i>
</p></blockquote>
<p>Munculnya huruf paku di Sumeria itu kemudian menginspirasi munculnya huruf <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hieroglyph">Hieroglif</a> di kebudayaan Mesir Kuno. Adapun di tempat-tempat yang jauh, masyarakatnya memunculkan aksara versi mereka sendiri &#8212; sebagai contoh <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Oracle_bone_script">piktogram Cina Kuno</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sanskrit#Writing_system">Sanskrit</a>, dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hangul">Hangul</a> versi Korea.</p>
<p>Adapun aksara-aksara kuno itu kemudian jadi saling mempengaruhi dan berevolusi. Piktogram Cina Kuno, misalnya, berkembang jadi <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hanzi">Hanzi</a> (huruf Cina modern). Begitu juga dengan huruf Latin yang kita kenal sekarang &#8212; merupakan hasil evolusi dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cumae_alphabet">salah satu varian huruf Yunani</a>.</p>
<p>Nah, bagaimana huruf-huruf kuno itu berkembang, berinteraksi, dan saling mempengaruhi, hal itu jadi salah satu tema utama yang dibahas dalam buku. Bukan saja ditinjau dari bentuknya, melainkan juga dari cara baca dan waktu kemunculannya. Ternyata huruf-huruf itu tidak statis! <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_surprised.gif' alt=':o' class='wp-smiley' />  Tentunya di sini timbul sebuah pertanyaan, mungkinkah huruf Latin yang kita kenal nantinya akan berevolusi? Tapi itu cerita lain untuk saat ini. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;<br />
<font size="4"><b><i>Invention, Reverse Engineering, and More</i></b></font><br />
&nbsp;</p>
<p>Menariknya, biarpun di atas dicontohkan tentang huruf-huruf hasil evolusi, Ibu Gnanadesikan juga menjelaskan tentang sistem yang <i>dibuat sendiri</i>. Dibuat sendiri dalam artian aksara itu dirancang secara khusus untuk dipakai di masyarakat.</p>
<p>Sekurangnya dalam sejarah terdapat tiga sosok yang sukses merancang aksara yang dipakai secara luas. Tiga sosok tersebut adalah:</p>
<blockquote><ul>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ibrahim_Njoya">Raja Njoya</a> dari Kamerun; merumuskan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bamum_script">aksara Bamum</a></li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sejong_the_Great">Kaisar Sejong</a> dari Korea; merumuskan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hangul">aksara Hangul</a></li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sequoyah">Sequoyah</a> dari suku Cherokee; merumuskan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cherokee_syllabary">aksara Cherokee</a></li>
</ul>
</blockquote>
<p>Dengan demikian bukan saja bahasa tulis itu berkembang secara natural, melainkan juga bisa dibuat dan dikodifikasikan secara manual. Benar-benar menarik! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Adapun di sisi lain, aksara dibuat sendiri bukan berarti dia tidak mendapat pengaruh dari yang sudah ada. Sebagai contoh: aksara Cherokee banyak mengambil dari huruf Latin, biarpun cara bacanya berbeda. Sementara itu Hangul merupakan <i>script</i> alternatif untuk menggantikan pembacaan yang tadinya menggunakan huruf Cina (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hanja">Hanja</a>).</p>
<p>&nbsp;<br />
<font size="4"><b>Kesimpulan</b></font><br />
&nbsp;</p>
<p>Sebuah buku yang menggugah; menceritakan tentang seluk-beluk aksara dan pernak-perniknya. Bukan saja menjelaskan sejarah perkembangannya, melainkan juga cara baca, evolusi, dan aspek linguistik yang dikandung. Gaya penyampaian yang runtut dan populer jadi nilai plus untuk buku yang satu ini.</p>
<p><b>Rekomendasi:</b> <i>A must have</i> bagi yang tertarik mempelajari budaya, bahasa, dan pernak-perniknya.</p>
<p><b>Personal Verdict:</b><br />
<img src="http://sora9n.files.wordpress.com/2010/02/star-full.png?w=500" alt="st-full"><img src="http://sora9n.files.wordpress.com/2010/02/star-full.png?w=500" alt="st-full"><img src="http://sora9n.files.wordpress.com/2010/02/star-full.png?w=500" alt="st-full"><img src="http://sora9n.files.wordpress.com/2010/02/star-full.png?w=500" alt="st-full"><img src="http://sora9n.files.wordpress.com/2010/02/star-full.png?w=500" alt="st-full"></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zenosphere.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zenosphere.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zenosphere.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zenosphere.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zenosphere.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zenosphere.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zenosphere.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zenosphere.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zenosphere.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zenosphere.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zenosphere.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zenosphere.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zenosphere.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zenosphere.wordpress.com/800/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenosphere.wordpress.com&amp;blog=18388705&amp;post=800&amp;subd=zenosphere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zenosphere.wordpress.com/2011/05/01/sunday-book-review-the-writing-revolution-by-a-e-gnanadesikan-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c4a3b530f2b3d759918a0942cb2206a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sora9n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/05/writing-revolution-cover.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">A.E. Gnanadesikan - The Writing Revolution (cover)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/01/z-resized-susa-tablet.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tablet huruf paku susa, mesopotamia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sora9n.files.wordpress.com/2010/02/star-full.png?w=500" medium="image">
			<media:title type="html">st-full</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sora9n.files.wordpress.com/2010/02/star-full.png?w=500" medium="image">
			<media:title type="html">st-full</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sora9n.files.wordpress.com/2010/02/star-full.png?w=500" medium="image">
			<media:title type="html">st-full</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sora9n.files.wordpress.com/2010/02/star-full.png?w=500" medium="image">
			<media:title type="html">st-full</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sora9n.files.wordpress.com/2010/02/star-full.png?w=500" medium="image">
			<media:title type="html">st-full</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Sang Cincinnatus</title>
		<link>http://zenosphere.wordpress.com/2011/04/26/kisah-sang-cincinnatus/</link>
		<comments>http://zenosphere.wordpress.com/2011/04/26/kisah-sang-cincinnatus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 16:56:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sora9n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Philosophy]]></category>
		<category><![CDATA[Cincinnatus]]></category>
		<category><![CDATA[Diktator]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Romawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zenosphere.wordpress.com/?p=786</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang terbayang di benak Anda jika mendengar kata &#8220;Diktator&#8221;? Bagi sebagian orang istilah tersebut berkesan negatif &#8212; kasar-kasarnya, pemimpin yang berkuasa mutlak dan menyelewengkan untuk kepentingan pribadi. Meskipun begitu lain halnya dengan Jendral Romawi bernama Lucius Quinctius Cincinnatus. Ia adalah sosok diktator yang dicintai masyarakat. Dua kali keadaan darurat, Senat memberinya kekuasaan mutlak memimpin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenosphere.wordpress.com&amp;blog=18388705&amp;post=786&amp;subd=zenosphere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang terbayang di benak Anda jika mendengar kata &#8220;Diktator&#8221;? Bagi sebagian orang istilah tersebut berkesan negatif &#8212; kasar-kasarnya, pemimpin yang berkuasa mutlak dan menyelewengkan untuk kepentingan pribadi. Meskipun begitu lain halnya dengan Jendral Romawi bernama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cincinnatus">Lucius Quinctius Cincinnatus</a>. Ia adalah sosok diktator yang dicintai masyarakat. Dua kali keadaan darurat, Senat memberinya kekuasaan mutlak memimpin negara, sebab memang dia jendral yang hebat. Berkat kepemimpinannya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Roman_Republic">Republik Romawi</a> selamat dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Battle_of_Mons_Algidus">agresi suku Aequi</a> dan konspirasi <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Spurius_Maelius">Spurius Maelius</a>.</p>
<p>Akan tetapi menariknya: dua kali Cincinnatus jadi diktator, dua kali pula ia mengundurkan diri. Sesudah tugasnya selesai ia lebih suka melanjutkan hidup bertani di desa &#8212;  boleh dibilang berkebalikan dengan berbagai diktator yang terdapat di era klasik. Mengenai hal ini ada ceritanya lagi, dan akan kita bahas di bagian selanjutnya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote>
<p align="center"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/04/cincinnatus-statue-2.jpg?w=630" alt="cincinnatus-statue" border="0"></p>
<p align="center">Lucius Quinctius Cincinnatus (519-438 SM)</p>
<p align="center">(courtesy of <a href="http://www.badassoftheweek.com/cincinnatus.html">BadassOfTheWeek.com</a>)</p>
</blockquote>
<p><span id="more-786"></span></p>
<p>Mengenai Cincinnatus sendiri, kehidupannya bisa dibilang cukup berwarna. Putranya (bernama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Caeso_Quinctius">Caeso</a>) adalah politisi yang berseteru dengan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Plebeian">faksi Plebeian</a>; menghalang-halangi mereka di bidang politik. Aksi Caeso ini kemudian membuatnya diadili dan dijatuhi hukuman mati <i>in absentia</i>. Hampir-hampir ia dieksekusi, kalau saja Cincinnatus tidak ikut campur. Demi menebus sang anak, Cincinnatus terpaksa menjual tanah milik keluarga, menyisakan sepetak tanah yang &#8212; untungnya &#8212; masih cukup dipakai bertani.</p>
<p>Ini bukan berarti Cincinnatus tidak terpandang, tentu. Sebagaimana sudah disebut di awal, ia adalah orang besar yang dipercaya Senat. Biarpun kekayaannya berkurang, di tahun berikutnya ia dipercaya jadi <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Roman_consul#Consul_suffectus">konsul</a> Republik. Mengingat putranya sendiri juga politisi, boleh dibilang Cincinnatus bukan orang asing di dunia politik. Posisi ini tak lama ia pegang. Meskipun begitu, karir Cincinnatus cukup untuk membuat Senat mengingat dirinya di saat genting &#8212; ketika Republik Romawi terancam oleh suku <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sabines">Sabine</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Aequi">Aequi</a>.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Waktu berlalu. Cincinnatus, absen dari politik, menyambung hidup bertani bersama sang istri. Semua tampak normal ketika tiba-tiba utusan Senat datang menghampiri dengan berkuda &#8212; menyampaikan kabar terbaru pada Cincinnatus. Bahwasanya Tentara Romawi di perbatasan berhasil mengalahkan suku barbar Sabine. Akan tetapi di sisi lain: pasukan Minucius yang menghadapi suku Aequi telah terkepung. Apabila pasukan Minucius kalah, maka akan membuka jalan untuk masuk dan menaklukkan Roma.</p>
<blockquote>
<p align="center"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/04/cincinnatus-at-farm.jpg?w=630" alt="" border="0"></p>
<p align="center">Cincinnatus berdiskusi dengan utusan senat</p>
<p align="center">(via <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Cincinato_abandona_el_arado_para_dictar_leyes_a_Roma,_c.1806_de_Juan_Antonio_Ribera.jpg">Wikipedia</a>)</p>
</blockquote>
<p>Utusan kemudian menyampaikan sebuah permintaan. Senat menyadari besarnya potensi bahaya, dan mereka tahu Cincinnatus jendral yang berkualitas. Bersediakah ia memimpin sebagai Diktator melewati masa genting?</p>
<p>Hati Cincinnatus terbelah. Sebentar lagi musim tanam, lahan tani harus disemai untuk persediaan musim dingin. Akan tetapi Roma sedang menghadapi musuh. Oleh karena itu ia memutuskan: ia <i>bersedia</i> menjadi diktator. Adapun sejarahwan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Titus_Livius">Livy</a> mencatat sebagai berikut: ketika Cincinnatus meninggalkan lahan tani, ia disambut oleh sejumlah besar masyarakat, termasuk di antaranya tiga putranya yang tinggal di kota.<sup>[<a href="#fn-1" name="note-1">1</a>]</sup> Barangkali tepat kalau dibilang bahwa masyarakat menumpukan harapan pada sang Diktator?</p>
<p>&nbsp;<br />
<font size="4"><b>The Order(s) of Cincinnatus</b></font><br />
&nbsp;</p>
<p>Cincinnatus tahu, sebagai seorang Diktator, waktunya tak banyak. Oleh karena itu ia bertindak cepat: dalam 24 jam ia mengumpulkan masyarakat di alun-alun <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Campus_Martius">Campus Martius</a>. Semua laki-laki yang sehat dimasukkan sebagai prajurit. Sementara wanita dan yang kurang sehat diberi tugas: siapkan jatah untuk lima kali makan. Siang harinya mereka berangkat; malam harinya tiba di batas kota. Suku Aequi tidak sadar mereka akan diserang dari dua arah. Pasukan Cincinnatus bergerak mengepung Aequi yang mengepung Minucius, bernyanyi dan berteriak, mengabari rekan yang terjebak di dalam. Bisa ditebak bahwa hal ini meningkatkan moral pasukan yang tadinya lesu.</p>
<p>Pagi hari tiba. Cincinnatus memberi komando: pasukannya menekan dari luar, sementara Minucius menyerang bagian dalam. Rencana ini sukses besar, membuat pasukan Aequi berakhir kocar-kacir. Begitu dahsyatnya kemenangan ini sampai-sampai pemimpin suku Aequi menyerah dan minta disisihkan nyawanya. Cincinnatus menyetujui dengan dua syarat: <b>(a)</b> pasukannya berhak mengambil semua harta-benda Aequi, dan <b>(b)</b> <i>semua</i> prajurit Aequi harus merangkak di bawah tombak Romawi. Secara simbolis Cincinnatus telah menyatakan menang dan mempermalukan musuh.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Akan tetapi, tahukah pembaca apa yang menarik? Hanya enam belas hari berselang, sang pahlawan Cincinnatus kembali berada di sawah. Ia memilih untuk kembali bertani di desa. Alih-alih melanjutkan kekuasaan mutlak yang diberikan oleh Senat, ia menyatakan bahwa tugasnya telah usai &#8212; meninggalkan jabatan, politik, dan balatentara yang sudah dibangun. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':-?' class='wp-smiley' />  Tentunya timbul pertanyaan, kenapa seperti itu?</p>
<p>Sebagai orang yang percaya pada nilai luhur Republik, Cincinnatus percaya bahwa pemerintahan terbaik berada di tangan rakyat. Dalam hal ini ia mempercayai Senat sebagai perwujudan pemerintah yang demokratis. Senat memberinya tugas menyelamatkan Roma. Telah ia lakukan hal itu. Oleh karena itu, langkah selanjutnya adalah mengembalikan Kekuasaan pada yang memberi.</p>
<p>Tak pelak, keputusan Cincinnatus ini menimbulkan respon positif yang luar biasa. Masyarakat mencintainya sebagai pahlawan, tetapi, lebih dari itu, mereka menghargai niat mulia Cincinnatus menghargai Republik. Tak kurang dari sejarahwan Livy &#8212; yang karyanya jadi rujukan utama tarikh Romawi &#8212; mencatat reaksi sezamannya atas kualitas diri Cincinnatus.<sup>[<a href="#fn-2" name="note-2">2</a>]</sup></p>
<blockquote><p><i>&#8220;What was wanted was not only a strong man, but one who was free to act, unshackled by the laws.  He should therefore nominate Lucius Quinctius as Dictator, for he had the courage and resolution which such great powers demanded.&#8221;</i>
</p></blockquote>
<p>Adapun kelak di kemudian hari, empat puluh tahun kemudian, nama besar Cincinnatus akan membawanya pada sesi kedua sebagai Diktator, biarpun yang kali ini lebih sebagai administratur. Dalam hal ini Romawi sedang dipecah-belah oleh kelaparan dan manipulasi harga gabah. Oleh karena itu: menimbang pengalaman dan kebijaksanaan Cincinnatus, ia kembali ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi.</p>
<p>Tak banyak yang bisa diceritakan dari sesi kedua Cincinnatus sebagai Diktator, selain bahwa ia menenangkan kekisruhan yang melibatkan administrasi.<sup>[<a href="#fn-3" name="note-3">3</a>]</sup>. Akan tetapi, yang menarik adalah bahwa ia menanggapi kekuasaan mutlak <i>persis</i> seperti ia menanggapinya di masa lalu. Sesudah tugasnya selesai ia kembali menyerahkan pada Senat, lantas menyingkir ke desa. Tidak ada niat untuk memanjang-manjangkan, apalagi menyalahgunakan kekuasaan. Benar-benar luar biasa! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Bolehlah dibilang menunjukkan kualitas kepemimpinan yang elegan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jadi, singkat cerita&#8230;</p>
<p>Selamat hari Selasa Kisanak. Sudahkah Anda belajar untuk tidak menyalahgunakan kekuasaan hari ini? <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8212;&#8212;</p>
<p><font size="2"><b>Referensi:</b></font></p>
<p>&nbsp;<br />
<b>[1]</b> <a href="#note-1" name="fn-1">^</a> Livy, <i>Ab Urbe Condita</i> (3:26)</p>
<p><b>[2]</b> <a href="#note-2" name="fn-2">^</a> <i>ibid.</i>, (4:13)</p>
<p><b>[3]</b> <a href="#note-3" name="fn-3">^</a> <i>ibid.</i>, (4:14-20)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8212;&#8212;</p>
<p><font size="2"><b>Link Terkait:</b></font></p>
<p>&nbsp;<br />
<b><a href="http://www.forumromanum.org/literature/livius/trans1.html"><i>Ab Urbe Condita (The History of Rome)</i></a></b><br />
&#8212; terjemahan Inggris @ ForumRomanum.org</p>
<p><b><a href="http://ancienthistory.about.com/od/rulersleaderskings/p/Cincinnatus.htm">Lucius Quinctius Cincinnatus</a></b><br />
&#8212; About.com</p>
<p><b><a href="http://www.badassoftheweek.com/cincinnatus.html">Lucius Quinctius Cincinnatus</a></b><br />
&#8212; BadassOfTheWeek.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zenosphere.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zenosphere.wordpress.com/786/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zenosphere.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zenosphere.wordpress.com/786/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zenosphere.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zenosphere.wordpress.com/786/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zenosphere.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zenosphere.wordpress.com/786/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zenosphere.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zenosphere.wordpress.com/786/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zenosphere.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zenosphere.wordpress.com/786/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zenosphere.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zenosphere.wordpress.com/786/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenosphere.wordpress.com&amp;blog=18388705&amp;post=786&amp;subd=zenosphere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zenosphere.wordpress.com/2011/04/26/kisah-sang-cincinnatus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c4a3b530f2b3d759918a0942cb2206a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sora9n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/04/cincinnatus-statue-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cincinnatus-statue</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/04/cincinnatus-at-farm.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Quick Note + News</title>
		<link>http://zenosphere.wordpress.com/2011/04/11/quick-note-news/</link>
		<comments>http://zenosphere.wordpress.com/2011/04/11/quick-note-news/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Apr 2011 13:29:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sora9n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[pengumuman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zenosphere.wordpress.com/?p=783</guid>
		<description><![CDATA[Karena adanya satu dan lain hal, peristiwa dunia nyata, dua minggu terakhir ini saya jarang online. Akibatnya sendiri cukup jelas: saya jadi menghilang dari socmed, dan update blog ini jadi tak sesuai jadwal. Jadi, daripada kesannya saya menghilang tanpa pamit, lebih baik diumumkan sekilas lewat blog. Ada kemungkinan menghilangnya saya dari belantara web akan berlanjut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenosphere.wordpress.com&amp;blog=18388705&amp;post=783&amp;subd=zenosphere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karena adanya satu dan lain hal, peristiwa dunia nyata, dua minggu terakhir ini saya jarang <i>online</i>. Akibatnya sendiri cukup jelas: saya jadi menghilang dari <abbr title="social media"><i>socmed</i></abbr>, dan <i>update</i> blog ini jadi tak sesuai <a href="http://zenosphere.wordpress.com/about/#blog-faq">jadwal</a>. Jadi, daripada kesannya saya menghilang tanpa pamit, lebih baik diumumkan sekilas lewat blog.</p>
<p>Ada kemungkinan menghilangnya saya dari belantara web akan berlanjut sampai dua minggu lagi. Mudah-mudahan <i>sih</i> bisa lebih cepat, tapi baiknya jangan terlalu diharapkan&#8230;</p>
<p>Mohon maaf jadi tidak sempat main/komentar di blog dan akun <i>socmed</i> teman-teman. Beberapa orang suka bilang bahwa persahabatan di internet itu maya; kurang efektif; susah dibandingkan dengan dunia nyata &#8212; <i>but I disagree</i>. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  Bagi saya kalian sama berharganya dengan orang-orang yang saya kenal langsung. Ditambah lagi sebagian dari kita sudah ketemu dan <i>ngobrol bareng</i> di dunia nyata. Jadi&#8230; saya tak percaya batas antara &#8220;nyata&#8221; dan &#8220;maya&#8221; sekaku itu. Tapi itu cerita lain untuk saat ini. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><i>Normal blog service to be resumed on April 26. Thanks for reading.</i></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zenosphere.wordpress.com/783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zenosphere.wordpress.com/783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zenosphere.wordpress.com/783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zenosphere.wordpress.com/783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zenosphere.wordpress.com/783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zenosphere.wordpress.com/783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zenosphere.wordpress.com/783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zenosphere.wordpress.com/783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zenosphere.wordpress.com/783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zenosphere.wordpress.com/783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zenosphere.wordpress.com/783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zenosphere.wordpress.com/783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zenosphere.wordpress.com/783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zenosphere.wordpress.com/783/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenosphere.wordpress.com&amp;blog=18388705&amp;post=783&amp;subd=zenosphere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zenosphere.wordpress.com/2011/04/11/quick-note-news/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c4a3b530f2b3d759918a0942cb2206a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sora9n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Triquetra dan Celtic Knot</title>
		<link>http://zenosphere.wordpress.com/2011/04/02/triquetra-dan-celtic-knot/</link>
		<comments>http://zenosphere.wordpress.com/2011/04/02/triquetra-dan-celtic-knot/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Apr 2011 13:20:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sora9n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[budaya Celtic]]></category>
		<category><![CDATA[Celtic]]></category>
		<category><![CDATA[Celtic Knot]]></category>
		<category><![CDATA[ornamen]]></category>
		<category><![CDATA[Triquetra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zenosphere.wordpress.com/?p=761</guid>
		<description><![CDATA[Triquetra adalah motif ornamen yang berasal dari zaman besi di wilayah Eropa Tengah/Barat. Bentuknya sendiri cukup unik. Sekilas seperti daun berhelai tiga, dan bisa digambar dengan sekali tarik. (via Wikipedia) Sebagaimana bisa dilihat, bentuknya menyerupai rotan yang dibengkokkan, menghasilkan bentuk simpul yang artistik. Sebenarnya memang itu disengaja. Triquetra adalah bentuk sederhana dari seni ornamen yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenosphere.wordpress.com&amp;blog=18388705&amp;post=761&amp;subd=zenosphere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Triquetra">Triquetra</a> adalah motif ornamen yang berasal dari zaman besi di wilayah Eropa Tengah/Barat. Bentuknya sendiri cukup unik. Sekilas seperti daun berhelai tiga, dan bisa <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Unicursal">digambar dengan sekali tarik</a>.</p>
<blockquote>
<p align="center"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/04/triquetra-wikipe.png?w=630" alt="triquetra" border="0"></p>
<p align="center">(via <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Triquetra-Vesica.png">Wikipedia</a>)</p>
</blockquote>
<p>Sebagaimana bisa dilihat, bentuknya menyerupai rotan yang dibengkokkan, menghasilkan bentuk simpul yang artistik. Sebenarnya memang itu disengaja. <i>Triquetra</i> adalah bentuk sederhana dari seni ornamen yang lebih kompleks bernama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Celtic_knot"><i>Celtic Knot</i></a> (&#8220;simpul Celtic&#8221;). Dinamai seperti itu karena &#8212; kalau gambar Celtic Knot ditelusuri &#8212; bentuknya seperti simpul-bersimpul yang ujungnya bersambung. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mengenai asal-mulanya sendiri sebenarnya cukup unik. Di awal tadi disebut bahwa asal motif Triquetra dari Eropa Tengah/Barat. Meskipun begitu, saya juga menyebut bahwa Triquetra bagian dari budaya Celtic (Irlandia-Skotlandia). Pembaca yang awas geografi pasti paham ada yang aneh &#8212; dua wilayah itu aslinya terpisah jauh! <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':-?' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote>
<p align="center"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/04/celt-map-ancient-modern.jpg?w=630" alt="ancient vs modern celtic (map)" border="0"></p>
<p align="center">Peta wilayah Celtic kuno dan modern</p>
</blockquote>
<p>Tentunya timbul pertanyaan, kenapa bisa begitu?</p>
<p><span id="more-761"></span></p>
<p>Itu karena suku budaya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Celts">Celtic</a> aslinya bukan berasal dari Irlandia, melainkan Eropa Tengah (sekitar sungai <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rhine">Rhine</a> &amp; <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Danube">Danube</a>). Oleh karena itu mereka sempat mengasimilasi produk kebudayaan suku-suku wilayah tersebut. Hanya saja, dari Eropa Tengah, suku Celtic kemudian melakukan ekspansi. Sedemikian hingga pada tahun 275 SM kekuasaannya sampai daerah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gaul">Gaul</a> (Prancis) di Eropa Barat.<sup>[<a href="#fn-1" name="note-1">1</a>]</sup></p>
<p>Sayangnya, di tengah ekspansi Celtic tersebut, muncul sebuah problem. Kerajaan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Roman_Empire">Romawi Kuno</a> sedang berkembang dan melakukan agresi. Romawi kemudian bergerak menguasai Eropa &#8212; sedemikian hingga kaum Celtic jadi tergusur. Yang di Timur terdesak sampai Anatolia (Turki). Sementara itu, yang di Barat terdorong makin ke ujung &#8212; memasuki Kepulauan Britania dan akhirnya Irlandia. </p>
<p>Belakangan Romawi merangsek lebih jauh; masuk Britania dan menguasai Inggris. Akan tetapi mereka berhenti sampai di situ &#8212; tidak lagi melakukan ekspansi. Sebagai akibatnya suku Celtic jadi mendapat ruang untuk bernafas.</p>
<p>Oleh karena itulah, di masa kini, kita mengenal negara-negara Celtic sebagai yang berbatasan dengan Inggris. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Sebagai contoh Skotlandia dan Wales. Adapun yang terdorong masuk ke pulau Irlandia akhirnya mendirikan negara baru tersendiri.</p>
<blockquote>
<p align="center"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/04/map-celtic-rome.jpg?w=630" alt="celtic-roman-territory" border="0"></p>
<p align="center">Kira-kira pembagian wilayahnya seperti ini</p>
<p align="center">(map courtesy of <a href="http://resourcesforhistory.com/map.htm">ResourcesForHistory.com</a>)</p>
</blockquote>
<p>Kurang lebih begitu sebabnya kenapa kesenian Eropa Tengah bisa masuk wilayah &#8220;Celtic&#8221; yang kita kenal. Sekarang, kita akan kembali ke topik tentang Triquetra. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;<br />
<font size="4"><b>Ada apa di balik Triquetra?</b></font><br />
&nbsp;</p>
<p>Di atas tadi telah disebut bahwa bentuk Triquetra mirip daun berhelai tiga. Hanya saja dia digambarkan berbentuk simpul tanpa putus. Mengapa desainnya seperti itu?</p>
<p>Mengenai maknanya di budaya Pra-Kristen sendiri tidak ada yang tahu. Beberapa ilmuwan menduga sekadar untuk ornamen/dekorasi.<sup>[<a href="#fn-2" name="note-2">2</a>]</sup> Meskipun begitu, sesudah masuknya agama Kristen, Triquetra kemudian mendapat makna baru. Hal ini dikisahkan lewat legenda <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Saint_Patrick">Santo Patrick</a> &#8212; misionaris Katolik yang mengkristenkan penduduk Irlandia.</p>
<p>Syahdan, ketika ditanya penduduk tentang <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Trinity">Trinitas</a>, Santo Patrick mengambil daun <i>clover</i> berhelai tiga dan menunjukkan pada khalayak. Dengan daun tersebut Patrick mengatakan: sebagaimana selembar daun dapat berhelai tiga, begitu pula hakikatnya Trinitas. Tiga persona Tuhan Kristen sekilas berbeda &#8212; tetapi pada pangkalnya adalah satu. Penjelasan ini kemudian jadi populer di masyarakat.</p>
<blockquote>
<p align="center"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/04/shamrock-triquetra.jpg?w=630" alt="shamrock-triquetra" border="0"></p>
</blockquote>
<p>Bisa ditebak, orang kemudian jadi memaknai Triquetra dengan cara demikian. Karena bentuknya analog dengan <i>clover</i> maka jadi perlambang spiritualitas. Lebih jauh lagi: tarikan garisnya tidak-putus jadi disamakan dengan konsep keabadian. Benar-benar proses yang menarik! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Adapun di luar Kristen, beberapa kaum <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Neopaganism">Neopagan</a> menerjemahkan Triquetra dengan caranya sendiri. Ada yang menganggapnya simbol alam; siklus lahir-hidup-mati; atau lain sebagainya. Satu hal yang jelas: bagaimanapun cara memaknainya, Triquetra <i>selalu</i> melambangkan tiga elemen yang sebenarnya satu.</p>
<p>&nbsp;<br />
<font size="4"><b>Celtic Knot: Dari Sederhana Sampai Kompleks</b></font><br />
&nbsp;</p>
<p>Nah, seiring dengan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Celtic_Revival">makin populernya budaya Celtic di media massa</a>, Triquetra (dan Celtic Knot) kemudian jadi ikut populer. Mereka kemudian mulai masuk dunia hiburan yang lebih <i>mainstream</i>. Sebagai contoh&#8230;.</p>
<blockquote>
<p align="center"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/04/charmed-title-screen.jpg?w=250" alt="charmed title screen" border="0"></p>
<p align="center">Ada yang ingat? <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="center">(via <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Charmedtitlelogo1.jpg">Wikipedia</a>)</p>
</blockquote>
<p>Kepopuleran <a href="http://zenosphere.wordpress.com/2011/01/16/overview-gems-from-celtic-music/">musik Celtic</a> &#8212; utamanya yang berbau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/New_age_music"><i>new age</i></a> seperti <a href="http://en.wikipedia.org/Enya">Enya</a> &#8212; juga ikut memperkenalkan Celtic Knot ke masyarakat. Banyak album musik Celtic yang ilustrasinya melibatkan ornamen simpul-bersimpul. Bentuknya bukan lagi sederhana, melainkan kompleks dan mengisi ruang.</p>
<blockquote>
<p align="center"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/04/clannad-rogha.jpg?w=250" alt="Rogha - The Best of Clannad (album cover)" border="0"></p>
<p align="center">Penerapan Celtic Knot di <i>cover</i> album band Irlandia, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Clannad">Clannad</a></p>
</blockquote>
<p>Adapun pemanfaatan Celtic Knot yang paling <i>epic</i> terdapat di sebuah kitab Injil abad pertengahan. Alkitab ini disebut <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Book_of_Kells">Book of Kells</a> dan dilengkapi dekorasi yang kompleks. Buku yang sangat menarik, sebab &#8212; biarpun isinya tentang agama Kristen &#8212; ilustrasi dan hiasannya sangat bersifat etnik. Boleh dibilang bukti percampuran dua budaya secara elegan. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote>
<p align="center"><a href="http://commons.wikimedia.org/wiki/File:KellsFol188rQuoniam.jpg"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/04/kells1.jpg?w=630" alt="kells1" border="0"></a><a href="http://commons.wikimedia.org/wiki/File:KellsFol114rArrestOfChrist.jpg"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/04/kells2.jpg?w=630" alt="kells2" border="0"></a><a href="http://commons.wikimedia.org/wiki/File:KellsFol032vChristEnthroned.jpg"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/04/kells3.jpg?w=630" alt="kells3" border="0"></a></p>
<p align="center"><i>I want one copy!</i> XD</p>
<p align="center"><i>(klik untuk sumber + ukuran besar di <a href="http://commons.wikimedia.org">Wikimedia Commons</a>)</i></p>
</blockquote>
<p align="center">***</p>
<p>Barangkali kalau boleh dibilang, motif Celtic Knot di Irlandia/Skotlandia ibaratnya Batik/Songket/Ulos kalau di Indonesia sini. Motif etnik yang dihasilkan amat khas untuk mengisi ruang. Hanya saja, berbeda dengan motif Batik/Songket/Ulos, Celtic Knot juga diterapkan pada seni tiga dimensi. Sebagai contoh di antaranya <a href="http://www.walkermetalsmiths.com/Celtic-Cross-Jewelry.html">salib</a>, <a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/10/Greyfriars_Kirkyard_015.jpg/400px-Greyfriars_Kirkyard_015.jpg">batu nisan</a>, dan <a href="http://www.google.com/images?q=celtic+jewelry">perhiasan</a>.</p>
<p>Saya sendiri senang melihat Celtic Knot karena keunikannya. Biarpun dua dimensi, tapi kalau diperhatikan, silang-silangannya bersifat kontinu. Seolah dibentuk dari satu rotan yang panjaaaang sekali. Biarpun dibentuk aneh-aneh tapi ternyata dasarnya satu. <i>There is something intriguing about that</i>. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Walaupun tentunya mesti dicatat bahwa ini selera pribadi. Hampir pasti orang lain punya pendapat yang berbeda. Tapi itu <a href="http://zenosphere.wordpress.com/2011/02/15/seni-budaya-dan-debat-tiada-ujung/">cerita lain</a> untuk saat ini&#8230; <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;<br />
&#8212;&#8212;</p>
<p><b>Referensi:</b></p>
<p>&nbsp;<br />
<b>[1]</b> <a href="#note-1" name="fn-1">^</a> Harding, D.W. 2007. <i>The Archaeology of Celtic Art.</i> London: Routledge</p>
<p><b>[2]</b> <a href="#note-2" name="fn-2">^</a> Walker, S (2001). <a href="http://www.celtarts.com/in_search_of_meaning.htm"><i>In Search of Meaning: Symbolism of Celtic Knotwork (part 4)</i></a> (esai)</p>
<p>&nbsp;<br />
<b>Bacaan Terkait:</b></p>
<ul>
<li>About.com: <a href="http://tattoo.about.com/od/tattoo101/qt/Meaning-Of-The-Irish-Trinity-Knot-Triquetra-Symbol.htm"><i>Meaning of the Irish Trinity Knot (Triquetra) Symbol</i></a><br />
&nbsp;</li>
<li>Esai berseri Stephen Walker: <i>Celtic Interlace</i> (bagian <a href="http://www.celtarts.com/celtic_interlace.htm">1</a>), (<a href="http://www.celtarts.com/continuum_of_celtic_interlace.htm">2</a>), (<a href="http://www.celtarts.com/continuum%20part%203.htm">3</a>), (<a href="http://www.celtarts.com/in_search_of_meaning.htm">4</a>)<br />
(sebagaimana dimuat dalam <i>&#8220;Dalriada Magazine&#8221;</i>, 2000-2001)</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zenosphere.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zenosphere.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zenosphere.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zenosphere.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zenosphere.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zenosphere.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zenosphere.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zenosphere.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zenosphere.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zenosphere.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zenosphere.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zenosphere.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zenosphere.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zenosphere.wordpress.com/761/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenosphere.wordpress.com&amp;blog=18388705&amp;post=761&amp;subd=zenosphere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zenosphere.wordpress.com/2011/04/02/triquetra-dan-celtic-knot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c4a3b530f2b3d759918a0942cb2206a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sora9n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/04/triquetra-wikipe.png" medium="image">
			<media:title type="html">triquetra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/04/celt-map-ancient-modern.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ancient vs modern celtic (map)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/04/map-celtic-rome.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">celtic-roman-territory</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/04/shamrock-triquetra.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">shamrock-triquetra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/04/charmed-title-screen.jpg?w=250" medium="image">
			<media:title type="html">charmed title screen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/04/clannad-rogha.jpg?w=250" medium="image">
			<media:title type="html">Rogha - The Best of Clannad (album cover)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/04/kells1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kells1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/04/kells2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kells2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/04/kells3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kells3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pahlawan yang (Nyaris) Sempurna</title>
		<link>http://zenosphere.wordpress.com/2011/03/29/pahlawan-yang-nyaris-sempurna/</link>
		<comments>http://zenosphere.wordpress.com/2011/03/29/pahlawan-yang-nyaris-sempurna/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Mar 2011 14:55:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sora9n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Achilles]]></category>
		<category><![CDATA[Cú Chulainn]]></category>
		<category><![CDATA[hero]]></category>
		<category><![CDATA[Iliad]]></category>
		<category><![CDATA[legenda]]></category>
		<category><![CDATA[mitologi]]></category>
		<category><![CDATA[Nibelungenlied]]></category>
		<category><![CDATA[Siegfried]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zenosphere.wordpress.com/?p=719</guid>
		<description><![CDATA[Ada hal menarik yang saya temukan kalau sedang baca-baca kisah legenda, baik yang asalnya dari sekitar sini (Indonesia) maupun luar negeri. Bahwasanya banyak pahlawan yang digambarkan sakti mandraguna &#8212; pandai bertarung, punya kekebalan tubuh, dan sebagainya &#8212; meskipun begitu, karena satu kelemahan, akhirnya terpaksa meregang nyawa. Kelemahannya sendiri kadang &#8216;ajaib&#8217;. Ada yang di punggung; di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenosphere.wordpress.com&amp;blog=18388705&amp;post=719&amp;subd=zenosphere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada hal menarik yang saya temukan kalau sedang baca-baca kisah legenda, baik yang asalnya dari sekitar sini (Indonesia) maupun luar negeri. Bahwasanya banyak pahlawan yang digambarkan sakti mandraguna &#8212; pandai bertarung, punya kekebalan tubuh, dan sebagainya &#8212; meskipun begitu, karena satu kelemahan, akhirnya terpaksa meregang nyawa. Kelemahannya sendiri kadang &#8216;ajaib&#8217;. Ada yang di punggung; di selangkangan; tumit&#8230; malah ada juga yang mati karena dilempar semak! <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  Lucu juga kalau dipikir-pikir.</p>
<p>Adapun tipe macam ini biasanya jadi pahlawan di kisah yang banyak aksi/melibatkan perang. Sebagai contoh misalnya dalam hikayat <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mahabharata">Mahabharata</a> atau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Iliad">Iliad</a>. Pokoknya yang melibatkan kesan <i>macho</i> lah. Saya sendiri tidak tahu kenapa. Barangkali karena orang umumnya tidak suka kalau ada pahlawan yang bawaannya menang terus, jadi terpaksa diberi kelemahan fatal. Biar <i>rame</i>, begitu. <i>But I digress&#8230;</i></p>
<p>&nbsp;<br />
<font size="4"><b>Seperti apa contoh-contohnya?</b></font><br />
&nbsp;</p>
<p>Salah satu yang paling saya ingat <del>dan sempat diadopsi jadi <i>nickname</i></del> berasal dari kebudayaan Jerman Pra-Kristen. Di dunia mitologi ini terdapat sosok yang disebut <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nibelungenlied">Ksatria Siegfried</a>. Dalam versi Norse ia bernama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sigurd">Sigurd</a>, akan tetapi di luar itu, kisah hidup mereka sama persis.</p>
<p><span id="more-719"></span></p>
<p>Sebagai ksatria sendiri Siegfried digambarkan berkemampuan sakti. Legenda mengatakan bahwa kulitnya tak tembus senjata manusia maupun hewan. Itu karena pada suatu ketika ia berendam darah naga bernama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Fafnir">Fafnir</a>; naga yang sebelumnya dihadapi dan dibunuh sendiri. Sebagai akibatnya Siegfried jadi mendapat kekebalan &#8212; melengkapi kemampuan fisik yang memang sebelumnya sudah hebat.</p>
<blockquote>
<p align="center"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/03/siegfried-wikipe.jpg?w=630" alt="Ksatria Siegfried &amp; Kriemhild" border="0"></p>
<p align="center"><i>Siegfried digambarkan bersama sang istri, Kriemhild</i></p>
<p align="center"><i>(via <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Siegfrieds_Abschied.jpg">Wikipedia</a>)</i></p>
</blockquote>
<p>Sayangnya, ketika sedang berendam darah naga, sebuah daun <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Little-leaf_Linden">linden</a> jatuh ke punggung Siegfried. Jatuhnya daun mencegah darah naga meresapi kulit tersebut &#8212; menjadikan satu-satunya titik lemah di tubuh Siegfried.</p>
<p>Di kemudian hari kelemahan ini menjadi fatal bagi Siegfried. Dalam satu perselisihan ia mendapat musuh dalam selimut, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hagen_(legend)">Hagen</a>, yang mengetahuinya. Hagen yang culas mengajak Siegfried berburu bersama dan &#8212; di saat Siegfried hendak minum dari sungai &#8212; menombaknya dari belakang. Persis di titik yang tak kebal. Pembunuhan yang tidak hormat ini mengakhiri nyawa sang ksatria. Ditombak seperti hewan buruan, Siegfried akhirnya meregang nyawa di atas rumput.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Kisah yang mirip juga terdapat di mitos Yunani Kuno, dan melibatkan sosok prajurit bernama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Achilles">Achilles</a>. Mirip dengan Siegfried, Achilles mempunyai berkah berupa kekebalan. Dan juga seperti Siegfried: ia mempunyai titik lemah yang akhirnya akan berbuah fatal.</p>
<blockquote>
<p align="center"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/03/achilles-hector-wikipe.jpg?w=630" alt="Achilles-Hector" border="0"></p>
<p align="center"><i>Achilles (berkuda di depan) usai duel melawan Hector</i></a></p>
<p align="center"><i>(via <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Triumph_of_Achilles_in_Corfu_Achilleion.jpg">Wikipedia</a>)</i></p>
</blockquote>
<p>Achilles diceritakan terlahir pada ibu bernama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Thetis">Thetis</a>. Syahdan, ketika Achilles masih bayi, Thetis memandikannya di aliran <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Styx">sungai Styx</a>. Sebagai sungai yang menjembatani dunia orang hidup dan mati, dimandikan di dalamnya membuat Achilles terlindung dari Bahaya Maut.</p>
<p>Sayangnya malang tak dapat ditolak. Dalam proses memandikan Achilles sang ibu memegangi bagian tumitnya &#8212; sedemikian hingga bagian tumit itu tidak tersentuh air. Di satu sisi Achilles berhasil mendapat kekebalan. Akan tetapi di sisi lain, tumitnya tetap seperti biasa.</p>
<p>Bisa ditebak, kelemahan itu akhirnya jadi pemungkas nyawa Achilles. Dalam hal ini <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Paris_(mythology)">Paris</a> (prajurit Troya) menjadi biangnya. Dengan bantuan dewa Paris menembakkan panah beracun, tepat ke tumit Achilles &#8212; secara efektif akhirnya membunuh Achilles.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Sementara itu, lain lagi dengan pendekar legendaris Irlandia, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cú_Chulainn">Cú Chulainn</a>. Berbeda dengan dua sebelumnya Cú Chulainn tidak mandi cairan sakti apapun. Kemampuan miliknya didapat lewat pantangan spiritual dalam kultur Celtic <i>(<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Geis">geis</a>)</i>.</p>
<blockquote>
<p align="center"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/03/cuchulainn-wikipe.jpg?w=630" alt="Cu Chulainn in Battle" border="0"></p>
<p align="center"><i>Cú Chulainn bersama sais (Láeg) dan kudanya (Liath Macha)</i></p>
<p align="center"><i>(via <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Cuinbattle.jpg">Wikipedia</a>)</i></p>
</blockquote>
<p>Sepanjang hidupnya Cú Chulainn adalah prajurit yang aktif. Banyak orang tewas menjadi korbannya. Oleh karena itu, tidak heran kalau banyak orang jadi mendendam. Termasuk yang membencinya adalah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lugaid_mac_Con_Ro%C3%AD">Lugaid putra Cú Roí</a> &#8212; ayahnya dibunuh Cú Chulainn dalam suatu pertempuran.</p>
<p>Lugaid kemudian mengumpulkan orang-orang yang senasib untuk balas dendam. Sayangnya ada satu masalah; Cú Chulainn punya daya fisik dan magis yang luar biasa. Dalam satu pertempuran ia pernah mengalahkan 300 orang. Tidak mungkin bisa dibunuh kalau tidak tahu kelemahannya.</p>
<p>Melihat ini Lugaid mencari tahu kelemahan Cú Chulainn. Ketemu: bahwasanya Cú Chulainn punya pantangan memakan daging anjing. Apabila pantangan ini dilanggar maka akan lemah tajinya. Walhasil, diaturlah agar Cú Chulainn bertemu teman lama. Oleh teman tersebut ia akan dijamu dan disuguhi daging anjing.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa &#8212; menurut kultur era tersebut &#8212; keramahtamahan tuan rumah adalah keramat, tak boleh ditolak. Akhirnya rencana tersebut berhasil. Cú Chulainn terpaksa memakan daging anjing; dengan demikian ia telah mematahkan <i>geis</i>.</p>
<p>Adapun tak lama setelah <i>geis</i> Cú Chulainn patah, Lugaid dan kawan-kawan datang menyerbu. Terjadi pertarungan sengit: pahlawan legendaris Irlandia tidak menyerah walau dikepung banyak orang. Pada akhirnya Cú Chulainn kalah, akan tetapi ia tewas dengan gagah. Di saat terakhir Cú Chulainn mengikat tubuh ke sebuah batu, berdiri di atas kaki hingga maut menjemput. Ia tak mau mati dalam kondisi terkapar atau berlutut.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Dan masih banyak contoh lain tentang sosok pahlawan (super) sakti yang akhirnya tewas. Walaupun awalnya disangka tak bisa mati, mereka sering diam-diam punya kelemahan. Kelemahan yang, pada akhirnya, selalu bisa dimanfaatkan musuh secara maksimal.</p>
<p>Dalam epos <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mahabharata">Mahabharata</a> terdapat karakter <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Duryodhana">Duryudhana</a>; ia memiliki kekebalan kecuali di bagian selangkangan. Sementara dalam mitologi Norse, terdapat kisah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Baldur">Baldur</a> &#8212; ibunya dewi <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Frigg">Frigg</a> meminta semua benda dan makhluk bersumpah takkan pernah melukai putranya. Sepertinya semua beres&#8230; kecuali ada semak <i>mistletoe</i> yang entah bagaimana lupa dimintai tolong. Bisa ditebak: keduanya akhirnya mati setelah diserang titik lemahnya.</p>
<p>Adapun di zaman modern, kita punya ekuivalennya dalam sosok <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Superman">Superman</a>. Superman yang antipeluru dan bisa terbang ternyata punya kelemahan; batu hijau bernama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kryptonite"><i>kryptonite</i></a>. Menariknya Superman belum pernah mati karena <i>kryptonite</i>. Barangkali nanti di masa depan? <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p><del>*ditimpuki penggemar superman*</del></p>
<blockquote>
<p align="center"><img src="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/03/death-of-superman-comic.jpg?w=630" alt="The Death of Superman (comic cover)" border="0"></p>
<p align="center"><i>And after three days, he was resurrected. This doesn&#8217;t count.</i></p>
<p align="center"><i>(via <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Superman75.jpg">Wikipedia</a>)</i></p>
</blockquote>
<p>&nbsp;<br />
<font size="4"><b>Even Heroes Have Right To Bleed (?)</b></font><br />
&nbsp;</p>
<p>Jadi&#8230; begitulah. Saya sendiri bingung kenapa mesti seperti itu. Maksudnya, ya, kita tahu kalau pahlawan terlalu sakti itu tidak seru &#8212; <i>enggak</i> menarik kalau tinggal muncul terus menang. Meskipun begitu tetap saja aneh melihatnya. Sebab kadang kelemahannya ajaib dan tidak biasa. Coba, ada pahlawan bisa mati gara-gara makan daging anjing? <i>It&#8217;s stuff of legend!</i> <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bisa jadi, itu karena sosok &#8220;pahlawan&#8221; di atas memang &#8212; <i>in a sense</i> &#8212; tidak bermaksud realistis. Dalam bidang kesenian ini disebut <a href="http://zenosphere.wordpress.com/2011/02/15/seni-budaya-dan-debat-tiada-ujung/" title="Pendapat Susanne K. Langer"><i>Semblance of Reality</i></a>. Pokoknya segala sudah masuk tataran ide, boleh diaduk-aduk sesuka si penutur. Aneh tidak aneh, urusan belakangan! <del>Yang mana akhirnya mengingatkan <a href="http://www.banalitas.org/2011/02/14/homo-sinetronosus/">soal sinetron</a>. Tapi itu tak usah dibahas di sini&#8230;</del></p>
<p>Adapun kenapa pahlawan mesti punya kelemahan, saya pribadi merasa bahwa alasannya soal penerimaan. Yang namanya pemirsa selalu butuh kemelekatan <i>(attachment)</i> pada tokoh cerita. Memang benar sosok ksatria ideal punya daya tarik yang khas. Akan tetapi, itu melanggar satu hal: orang perlu bisa <b>mengidentifikasi diri</b> dengan pahlawan cerita. Mereka perlu sosok pahlawan yang punya masalah; yang bisa tewas; yang terlibat dalam konflik. Yang mana, elemen nomor dua dicerminkan oleh kelemahan-kecil-tapi-fatal yang diuraikan di atas&#8230;</p>
<p>&#8230;mungkin begitu. Mungkin lho. Saya kan bukan ahli mitologi. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Barangkali itu juga sebabnya sosok anti-hero seperti <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Spider-Man">Peter Parker</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Iron_Man">Tony Stark</a> saat ini cukup populer. Sebab biarpun <i>superhero</i> mereka punya kelemahan; hidupnya tidak serba mulus. Hal yang akhirnya justru menghasilkan daya tarik tersendiri.</p>
<p><i>So&#8230; do heroes have right to bleed? Well, I think we like them to!</i> <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;<br />
&#8212;&#8212;</p>
<p><font size="2"><b>Referensi Mitos:</b></font></p>
<p>&nbsp;<br />
<b>Nibelungenlied</b><br />
&#8211; <a href="http://www.timelessmyths.com/norse/nibelungs.html">versi ringkas</a> @ TimelessMyths.com<br />
&#8211; <a href="http://www2.hn.psu.edu/faculty/jmanis/Nibelungenlied/Nibelungenlied.pdf">versi lengkap</a> @ Penn State University (format .pdf) (771 kb)</p>
<p><b>Iliad</b><br />
&#8211; <a href="http://classics.mit.edu/Homer/iliad.html">versi lengkap (HTML)</a> @ Perpustakaan MIT</p>
<p><b>Cuchulain of Muirthemne: The Death of Cuchulain</b><br />
&#8211; <a href="http://www.sacred-texts.com/neu/celt/cuch/lgc23.htm">Chapter XX</a> @ sacred-texts.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zenosphere.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zenosphere.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zenosphere.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zenosphere.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zenosphere.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zenosphere.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zenosphere.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zenosphere.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zenosphere.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zenosphere.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zenosphere.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zenosphere.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zenosphere.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zenosphere.wordpress.com/719/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zenosphere.wordpress.com&amp;blog=18388705&amp;post=719&amp;subd=zenosphere&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zenosphere.wordpress.com/2011/03/29/pahlawan-yang-nyaris-sempurna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c4a3b530f2b3d759918a0942cb2206a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sora9n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/03/siegfried-wikipe.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ksatria Siegfried &#38; Kriemhild</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/03/achilles-hector-wikipe.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Achilles-Hector</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/03/cuchulainn-wikipe.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cu Chulainn in Battle</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zenosphere.files.wordpress.com/2011/03/death-of-superman-comic.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">The Death of Superman (comic cover)</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
