ZENOSPHERE
bungee-jumping from the ivory tower
Sunday Music File: Tangerine Dream, “Melrose” (1990)
Posted by pada Mei 8, 2011
- Album: Melrose
- Musisi: Tangerine Dream
- Label: Private Music
- Tahun: 1990
Kalau boleh jujur, saya orangnya cukup tertarik pada musik instrumental. Alat musiknya sendiri terserah saja — tradisional boleh, klasik boleh; synthesizer juga tak apa. Yang penting eksekusinya bagus saja sih. Akibatnya sendiri cukup jelas: koleksi yang saya punya di harddisk jadi gado-gado nyeleneh. Piano klasik Glenn Gould ada; musik etnik The Chieftains juga ada. Pokoknya semacam itulah. ^^;
Nah, sejalan dengan itu, album yang hendak dibahas kali ini juga memiliki gaya instrumental. Dirilis dengan judul Melrose, album ini merupakan produk musisi Tangerine Dream pada dekade 1990-an.
Barangkali ada beberapa pembaca yang kurang akrab dengan nama musisi yang disebut. Oleh karena itu, ada baiknya dibahas sekilas sebagai pengantar.
Tangerine Dream adalah sebuah grup musik electronica asal Jerman yang mulai berkarir di tahun 1967. Boleh dibilang bahwa mereka termasuk musisi elektronika paling awal; mempopulerkan penggunaan synthesizer di dunia musik. Gaya musik mereka sendiri cukup unik — memasukkan gaya orkestra (dengan suara berlapis-lapis) dalam synthesizer. Bersama dengan Jean Michel Jarre dan Vangelis, Tangerine Dream dianggap sebagai pionir gaya bermusik jenis ini.
Meskipun demikian, seiring berjalannya waktu, musik Tangerine Dream mulai berevolusi. Sedemikian hingga di dekade 1990-an musiknya tidak lagi orkestra elektronik macam Jarre — melainkan lebih dekat ke ambient-downtempo. Musik yang umumnya dipakai sebagai latar atau sarana relaksasi; jadinya agak mirip dengan Cafe Del Mar.
Bisa ditebak, semangat ‘musik relaksasi’ itu kemudian terasa dalam album Melrose. Album yang dirilis tahun 1990 ini cenderung smooth dengan bumbu beat yang manis di sana-sini. Sebagai contoh track yang berjudul Electric Lion.
Tangerine Dream – Electric Lion
Di sisi lain, ada juga track yang agak lebih upbeat dan bersemangat, biarpun masih dekat ke lounge music. Dua contoh di antaranya Melrose dan Rolling Down Cahuenga.
Tangerine Dream – Melrose
Tangerine Dream – Rolling Down Cahuenga
Sementara itu contoh yang minimalis terdapat di track terakhir di album ini, Cool at Heart. Boleh dibilang sangat cocok untuk memalaskan diri diam sambil melamun.
*halah*
Tangerine Dream – Cool at Heart
Adapun secara pribadi, saya menilai keseluruhan album ini cenderung seimbang antara upbeat dan downtempo. Meskipun begitu, intinya tetap: style yang dihadirkan tak jauh-jauh dari lounge music atau new age.
Tracklist:
- Melrose (5:44)
- Three Bikes in the Sky (5:58)
- Dolls in the Shadow (5:10)
- Yucatan (5:16)
- Electric Lion (8:13)
- Rolling Down Cahuenga (6:43)
- Art of Vision (5:30)
- Desert Train (10:17)
- Cool at Heart (6:09)
Rekomendasi:
Buat yang suka mendengarkan lounge music atau new age.




sip musiknya enak didenger banget
Tangerine Dream itu juga judul lagunya Do As Infinity
http://en.wikipedia.org/wiki/Tangerine_Dream_(song)
apa ada hubungannya? hmmm…
@ denger musik
Yup, yup. :3
@ Felicia
Denger-denger sih katanya judul lagu itu tribute ke band aslinya. Gosip saja; kurang tahu aslinya bagaimana.
BTW saya sering dengerin itu pas jaman akhir SMA-masuk kuliah.
@ Pulau Tidung,
Mulai sekarang Anda saya blacklist + semua komentar dikirim ke kotak spam. Sekian lama saya tidak cek blog, Anda malah nyepam, bahkan sampai ke posting lama. Sudah pernah saya peringatkan. Consider yourself done.