ZENOSPHERE
bungee-jumping from the ivory tower
Monthly Archives: Mei 2011
“Mengintip” Hakikat Lewat Nasrudin Hoja
Posted by pada Mei 25, 2011
- Catatan: Referensi untuk kisah Nasrudin tersedia di bagian akhir tulisan
Sepanjang sejarah dunia, ada banyak tokoh yang diceritakan sebagai “tukang bercanda” — atau kalau boleh dibilang, “tidak pernah serius”. Mengenai hal ini ada banyak contohnya. Misalnya, di Jerman terdapat Till Eulenspiegel. Kalau di Arab yang terkenal Abu Nawas, sementara di budaya Yahudi Hershel Ostropol. Orang-orang semacam ini digambarkan hobi mengusili masyarakat sekitar. Saking hobinya, sedemikian hingga mencapai status legendaris… oleh karena itu tidak heran jika di masa kini pun banyak kisah diceritakan tentang mereka.
Nah, salah satu sosok “tukang bercanda” yang masuk dalam sejarah itu adalah Nasrudin Hoja. Beliau digambarkan sebagai guru Sufi yang hidup di Turki pada abad 13 Masehi.
Nasruddin Hoja digambarkan sedang menunggang keledai
(via Wikipedia)
Sunday Music File: Tangerine Dream, “Melrose” (1990)
Posted by pada Mei 8, 2011
- Album: Melrose
- Musisi: Tangerine Dream
- Label: Private Music
- Tahun: 1990
Kalau boleh jujur, saya orangnya cukup tertarik pada musik instrumental. Alat musiknya sendiri terserah saja — tradisional boleh, klasik boleh; synthesizer juga tak apa. Yang penting eksekusinya bagus saja sih. Akibatnya sendiri cukup jelas: koleksi yang saya punya di harddisk jadi gado-gado nyeleneh. Piano klasik Glenn Gould ada; musik etnik The Chieftains juga ada. Pokoknya semacam itulah. ^^;
Nah, sejalan dengan itu, album yang hendak dibahas kali ini juga memiliki gaya instrumental. Dirilis dengan judul Melrose, album ini merupakan produk musisi Tangerine Dream pada dekade 1990-an.
Bassai Dai
Posted by pada Mei 6, 2011
Waktu masih SMA dulu, saya sempat beberapa waktu ikut latihan karate (tidak begitu jauh; cuma setahun dan sampai sabuk hijau). Meskipun cuma sebentar, tetapi latihannya cukup berkesan — sedemikian hingga saya jadi suka iseng jalan-jalan di YouTube dan search video karate. Sekalian menyegarkan ingatan, begitu.
Nah, salah satu jenis video karate yang saya suka nonton adalah kata. Atau dalam istilah awamnya: rangkaian gerakan yang harus dihafalkan dan diperagakan oleh seorang karateka. Adapun kerumitan kata dikelompokkan berdasarkan tingkat; semakin tinggi level pelajaran maka akan semakin sulit dan kompleks.
Saya sendiri, berhubung sampai akhir berstatus relatif kroco, cuma pernah belajar sampai kata IV. Akan tetapi berhubung latihannya tidak dipisah, jadinya sering nonton para senior latihan. Dan dari situ jadi tahu sebuah kata yang — entah kenapa — selalu bikin kagum tiap kali saya melihatnya. Sebagaimana bisa ditebak namanya persis seperti yang dijadikan judul posting: Bassai Dai (披塞大).
Sunday Book Review: “The Writing Revolution”, by A.E. Gnanadesikan (2009)
Posted by pada Mei 1, 2011
- Judul: The Writing Revolution: Cuneiform to the Internet
- Penulis: Amalia E. Gnanadesikan
- Penerbit: Wiley-Blackwell
- Tebal: xx + 310 halaman
- Tahun: 2009
Barangkali kalau boleh dibilang, hampir semua cerita, sejarah, dan ilmu pengetahuan kita direkam berbentuk buku. Mulai dari epik Yunani Kuno, drama Shakespeare, sampai Principia Mathematica Isaac Newton, semua dirangkum berbentuk buku. Masalahnya tinggal apakah orang bisa membaca (atau menulis) ilmu-ilmu yang berguna tersebut. Kemampuan membaca dan menulis ibaratnya kunci menuju pengetahuan yang beragam.
Nah, buku yang hendak saya review kali ini membahas topik yang disebut terakhir. Disadari atau tidak, sebenarnya kemampuan baca-tulis adalah hal yang amat signifikan. Sebagai contoh, dengan menguasai aksara orang dapat merekam perjalanan hidup, administrasi, dan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu wajar jika orang bertanya: “Bagaimana sih ceritanya peradaban manusia berkembang, hingga bisa menemukan ilmu membaca dan menulis?”
Pertanyaan inilah yang coba dijawab oleh penulis A.E. Gnanadesikan — seorang ahli bahasa lulusan Universitas Massachusetts Amherst. Lewat buku ini beliau seolah mengajak pembacanya bertualang di bidang arkeologi; menelusuri perkembangan aksara dari zaman kuno hingga era modern.






Recent Comments